MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan visi besar pengembangan talenta generasi muda melalui penguatan ekosistem industri kreatif berbasis Makassar Creative Hub (MCH).
Gagasan tersebut disampaikan dalam diskusi panel bertajuk “MCH Talenta Kota: Keberlanjutan Industri Kreatif Makassar untuk Dunia”, yang menjadi bagian dari Makassar International Writers Festival 2026 di kawasan bersejarah Benteng Fort Rotterdam, Jumat (15/5/2026).
Dalam paparannya, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa MCH tidak sekadar menjadi ruang fisik, melainkan pusat penggerak (anchor) seluruh aktivitas kreatif di Kota Makassar.
Baca Juga :
“Makassar Creative Hub ini bukan hanya membangun ruang-ruang kelas, tetapi menjadi pusat yang mengoordinasikan seluruh kegiatan kreatif,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa MCH dirancang sebagai ruang terbuka yang inklusif, yang mampu menampung berbagai subsektor industri kreatif yang terus berkembang.
Lebih jauh, Appi menggambarkan MCH sebagai inkubator ide dan karya—bukan ruang birokrasi yang kaku.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan harus responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi generasi muda.
“Ini adalah ruang besar yang bisa digunakan siapa saja, khususnya anak-anak muda yang ingin berkembang dan berkontribusi untuk kota,” tambahnya.
Melalui MCH, berbagai ide kreatif diharapkan dapat dikurasi dan diterjemahkan menjadi program nyata, termasuk membuka akses pembiayaan, rekomendasi ke institusi, hingga peluang kolaborasi dengan mitra strategis.
Untuk menjaga keberlanjutan, Munafri juga mendorong adanya sistem pelaporan rutin sebagai bahan evaluasi bersama antara komunitas kreatif dan pemerintah.
“Kalau ada kendala, kita duduk bersama mencari solusi. Pemerintah hadir sebagai mediator,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kota Makassar menargetkan pembangunan tiga creative hub pada tahun ini guna memperluas akses bagi pelaku industri kreatif di berbagai wilayah kota.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi jangka panjang dalam membangun fondasi ekonomi kreatif yang berdaya saing, sekaligus memperkuat identitas Makassar sebagai kota kreatif di kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, penguatan sektor kreatif tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, termasuk menekan potensi kriminalitas di kalangan generasi muda.
“Kreativitas inilah yang akan menjadi cerminan masa depan Kota Makassar,” tegasnya.
Di akhir pemaparannya, Munafri mengajak generasi muda untuk memanfaatkan MCH sebagai ruang untuk membangun mimpi dan mengembangkan potensi diri.
“Silakan manfaatkan fasilitas yang ada. Pemerintah Kota akan berupaya memberikan dukungan terbaik bagi perkembangan dunia kreatif,” tutupnya.




Komentar