Pemprov Sulsel

Cetak Pilot dari Daerah, Gubernur Sulsel Taruh Taruhan Besar pada SDM Lokal

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 21 Mei 2026 17:27

Cetak Pilot dari Daerah, Gubernur Sulsel Taruh Taruhan Besar pada SDM Lokal

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menggeser arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia ke sektor strategis.

Melalui program Beasiswa Pilot 2026, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman tidak sekadar membuka akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan pemain lokal untuk masuk ke industri penerbangan nasional.

Program ini menjadi sinyal bahwa Pemprov Sulsel membaca peluang besar di sektor transportasi udara terutama dengan posisi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai salah satu simpul utama konektivitas di kawasan timur Indonesia.

Berbeda dari program beasiswa konvensional, skema ini menyasar profesi dengan spesialisasi tinggi dan biaya pendidikan yang selama ini sulit dijangkau masyarakat umum.

Baca Juga  Ini Jadwal Pendaftaran Calon Walikota Makassar di KPU

Dengan menggandeng Kementerian Perhubungan melalui Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, pemerintah daerah mencoba menembus sekat elitisme profesi pilot.

“Ini bukan sekadar beasiswa, tetapi investasi jangka panjang untuk menempatkan putra-putri daerah di sektor strategis,” menjadi pesan utama dari kebijakan tersebut.

Pendanaan melalui APBD menunjukkan keberanian politik anggaran mengalokasikan dana publik untuk sektor dengan dampak jangka panjang, namun hasil yang tidak instan.

Ini sekaligus mempertegas pergeseran paradigma: dari bantuan sosial menuju pembangunan kapasitas.

Baca Juga  Danny Pomanto Sidak Dukcapil, Apresiasi Layanan dan Fasilitas Kantor

Namun di balik itu, terdapat tantangan serius. Standar seleksi yang tinggi mulai dari latar belakang pendidikan sains hingga syarat fisik membuat program ini berpotensi hanya diakses oleh kelompok tertentu yang sudah relatif siap secara akademik.

Di sisi lain, langkah ini juga membuka pertanyaan soal kesinambungan: apakah program ini akan menjadi kebijakan berkelanjutan atau hanya inisiatif periodik yang bergantung pada kepemimpinan saat ini?

Secara strategis, kebijakan ini bisa dibaca sebagai upaya memperkuat positioning Sulawesi Selatan sebagai hub transportasi udara sekaligus pusat pengembangan SDM di Indonesia timur.

Baca Juga  Pemprov Sulsel Mulai Terapkan Gerakan ASRI, Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo

Jika berhasil, program ini tidak hanya mencetak pilot, tetapi juga membangun ekosistem keahlian di sektor aviasi.

Pendaftaran yang dibuka hingga Juni 2026 menjadi pintu awal bagi generasi muda Sulsel untuk masuk ke industri yang selama ini identik dengan biaya tinggi dan akses terbatas.

Dengan langkah ini, Pemprov Sulsel mengirim pesan yang cukup jelas: masa depan daerah tidak hanya dibangun dari infrastruktur, tetapi dari siapa yang mengendalikan ruang udara di atasnya.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah08 November 2026 17:47
HKN ke-62, Pemkab Barru Perkuat Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya memperkuat kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan ma...
Metro08 November 2026 17:44
HUT ke-419 Makassar, Appi-Aliyah Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Festival Pangan dan Pasar Murah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota ...
Metro08 November 2026 12:41
HUT ke-419 Makassar Digelar Sederhana, Pemkot Kedepankan Khidmat dan Aksi Sosial
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar memilih mengemas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-419 Kota Makassar secara sederhana. Namun, kon...
Metro08 November 2026 11:52
Libatkan 25 NGO, DP3A Makassar Kampanyekan Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Upaya melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak bisa...