
Makassar, Trotoar.id — Bahlil menegaskan, Sulawesi Selatan memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta politik Partai Golkar di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, hampir seluruh dinamika dan perkembangan politik Golkar di wilayah timur selalu menjadikan Sulawesi Selatan sebagai barometer.
“Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur Indonesia, simpulnya ada di Sulawesi Selatan. Kepemimpinan politik dari kawasan timur selalu merujuk ke Sulsel. Karena itu, kejayaan Golkar Sulsel harus kembali kita bangun,” ujar Bahlil.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dinamika politik terus mengalami perubahan. Persaingan antarpartai semakin ketat sehingga Golkar tidak boleh hanya mengandalkan kejayaan masa lalu, tetapi harus mampu menyusun langkah dan program yang terukur untuk kembali memenangkan hati masyarakat.
“Kompetisi politik terus berlangsung. Matahari terbit dari timur, dan dari Sulawesi Selatan kita harus memulai langkah-langkah baru untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil mengungkapkan bahwa Musda XI Golkar Sulsel merupakan Musda tingkat provinsi ke-37 dari total 38 Musda provinsi yang dilaksanakan Partai Golkar di seluruh Indonesia.
Karena itu, ia meminta kepengurusan baru yang akan terpilih segera menuntaskan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat bawah.

“Saya minta setelah Musda provinsi selesai, segera laksanakan Musda di seluruh kabupaten dan kota, kemudian lanjutkan musyawarah di tingkat kecamatan hingga desa. Konsolidasi organisasi harus bergerak cepat,” katanya.
Bahlil juga mengingatkan target besar Partai Golkar yang telah diputuskan dalam Musyawarah Nasional (Munas), yakni meningkatkan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2029.
Target tersebut, menurutnya, menjadi tanggung jawab seluruh pengurus Partai Golkar, termasuk kepengurusan baru di Sulawesi Selatan.
Pada kesempatan itu, Bahlil kembali menyampaikan dukungannya kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Menurutnya, IAS merupakan figur yang layak memimpin DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan karena memiliki pengalaman panjang sebagai kader dan pernah memimpin Kota Makassar.
“Siapa yang layak dan pantas memimpin Golkar Sulawesi Selatan adalah Ilham Arief Sirajuddin,” tegas Bahlil yang disambut tepuk tangan peserta Musda.
Ia menambahkan, seluruh proses pencalonan telah memiliki mekanisme yang jelas dan diatur dalam peraturan organisasi. Karena itu, seluruh kader diminta menghormati setiap tahapan yang berlangsung.
Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang inklusif, bukan partai yang dimiliki oleh kelompok, golongan, maupun keluarga tertentu.
“Golkar tidak dilahirkan oleh satu golongan atau satu keluarga tertentu. Golkar adalah rumah besar yang terbuka bagi seluruh kader. Siapa pun yang pernah hijrah dan ingin kembali, pintu Golkar selalu terbuka. Di Golkar tidak ada kebencian, yang ada adalah kasih sayang dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Secara khusus, Bahlil menyambut kembalinya Ilham Arief Sirajuddin ke Partai Golkar.
Ia mengaku telah lama mengenal IAS sebagai senior di organisasi dan menilai pengalaman politik yang dimiliki IAS menjadi modal penting untuk membesarkan kembali Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
“Saya mengenal Kak Aco sudah lama. Beliau senior saya di Golkar. Pengalaman beliau berproses dari bawah hingga menjadi Wali Kota Makassar saya yakin dapat menjadi modal untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.


Komentar