Pemda Barru

Barru Tawarkan Potensi Ekonomi ke Investor, Andi Ina Bidik Hilirisasi Komoditas Unggulan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 04 Agustus 2026 16:35

Andi Ina Kartika Sari Bupati Kabupaten Barru
Andi Ina Kartika Sari Bupati Kabupaten Barru

MAKASSAR, Trotoar.id – Kabupaten Barru mulai memperkuat langkah membuka peluang investasi dengan menawarkan sejumlah sektor unggulan kepada kalangan dunia usaha. Mulai dari perkebunan, perikanan, kelautan hingga pariwisata, pemerintah daerah berupaya mendorong potensi sumber daya alam menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, saat menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).

Di hadapan kalangan pengusaha, Andi Ina menegaskan bahwa Kabupaten Barru memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui investasi dan kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Keterlibatan dunia usaha dibutuhkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas daerah, sekaligus memperluas kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.

Baca Juga  Bupati Sidrap Lepas Kontingen KTNA ke Penas XVII Gorontalo

Ia pun berharap APINDO dapat memperluas perannya dengan membangun komunikasi dan kerja sama secara langsung bersama pemerintah kabupaten. Dengan begitu, peluang usaha tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah yang memiliki potensi ekonomi menjanjikan.

Andi Ina menilai, pengusaha perlu melihat langsung kondisi dan keunggulan setiap daerah agar peluang investasi dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah.

“APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” katanya.

Salah satu peluang yang ditawarkan Barru adalah pengembangan komoditas perkebunan dan hortikultura. Kopi yang tumbuh di kawasan dataran tinggi serta nanas madu menjadi dua komoditas yang dinilai memiliki prospek ekonomi untuk dikembangkan lebih jauh.

Namun, pemerintah daerah melihat bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi maksimal karena pengelolaannya masih didominasi sektor produksi bahan mentah.

Baca Juga  Didampingi Bupati Syaharuddin, Kalosi Alau Jalani Penilaian Desa Berprestasi Nasional 2026

Karena itu, Andi Ina mendorong masuknya investor untuk membangun industri pengolahan atau hilirisasi, khususnya pada komoditas nanas madu.

Dengan hadirnya industri pengolahan, hasil perkebunan masyarakat tidak hanya dijual sebagai produk segar, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual lebih tinggi.

“Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.

Selain sektor perkebunan, potensi kelautan juga menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Kabupaten Barru. Daerah ini memiliki garis pantai sekitar 78 kilometer yang berpeluang dikembangkan untuk sektor perikanan, ekonomi maritim, serta industri berbasis kelautan.

Keunggulan lainnya terletak pada bentang geografis Barru yang mencakup kawasan pegunungan, dataran hingga pesisir. Kondisi tersebut menjadikan Barru memiliki keragaman sumber daya alam yang dapat dikembangkan dalam berbagai sektor usaha.

Baca Juga  Hasil Konsultasi KPU RI Jadi Alasan KPU Tunda Pengumuman

“Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.

Peluang investasi juga terbuka di sektor pariwisata. Pemerintah Kabupaten Barru tengah mengembangkan kawasan wisata bahari Bojo melalui konsep Jimbaran Barru Lapakaka (JBL).

Pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk memperkuat daya tarik wisata bahari sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Bagi Andi Ina, berbagai potensi tersebut membutuhkan dukungan investasi agar tidak berhenti sebagai keunggulan sumber daya alam semata. Diperlukan kolaborasi, inovasi, dan keterlibatan sektor swasta untuk mengubahnya menjadi peluang usaha yang produktif.

Melalui forum Rakerkornas APINDO, Pemerintah Kabupaten Barru berharap semakin banyak pelaku usaha yang tertarik menjajaki peluang investasi di daerah tersebut.

Pemerintah daerah pun membuka ruang sinergi dengan dunia usaha sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan ekonomi, memperkuat sektor unggulan, serta memastikan manfaat investasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Barru.

Penulis : ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen08 November 2026 21:15
HUT ke-419 Makassar, Supraatman: Pembangunan Harus Berdampak, Warga Harus Merasa Aman
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman...
Daerah08 November 2026 20:23
Emas Petanque PORPROV XVIII untuk Sidrap, Nuralisyah Fitri Bakil Ukir Prestas
SIDRAP, TROTOAR.ID — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menambah catatan prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selata...
Daerah08 November 2026 17:47
HKN ke-62, Pemkab Barru Perkuat Komitmen Pemerataan Layanan Kesehatan
BARRU, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan komitmennya memperkuat kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan ma...
Metro08 November 2026 17:44
HUT ke-419 Makassar, Appi-Aliyah Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Festival Pangan dan Pasar Murah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Menjaga daya beli masyarakat di tengah kebutuhan pokok yang terus menjadi perhatian menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota ...