MAKASSAR,, TROTOA.ID— DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mempercepat persiapan Musyawarah Daerah (Musda) dengan membentuk struktur kepanitiaan pelaksana.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa konsolidasi organisasi di ibu kota Sulawesi Selatan tersebut mulai bergerak lebih konkret.
Dalam struktur kepanitiaan yang dibentuk, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Makassar, Ismail, SH, dipercaya sebagai Ketua Organizing Committee (OC) atau panitia pelaksana. Ia didampingi Iswan S. Utomo yang ditunjuk sebagai sekretaris.
Sementara itu, posisi Ketua Steering Committee (SC) atau panitia pengarah dipercayakan kepada Juniar Arge, dengan Suarmika sebagai sekretaris.
SC bertugas mengarahkan substansi dan mekanisme Musda, sedangkan OC bertanggung jawab terhadap persiapan teknis dan penyelenggaraan kegiatan.
Pembentukan kepanitiaan tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Kantor Sekretariat DPD II Golkar Makassar, Jalan Lasinrang, Sabtu (7/11/2026).
Rapat dihadiri jajaran pengurus untuk membicarakan agenda kerja, pembagian tugas, kebutuhan anggaran, hingga kesiapan teknis pelaksanaan Musda.
Persiapan ini merupakan tindak lanjut instruksi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), yang menargetkan seluruh Musda DPD II Golkar di 24 kabupaten/kota se-Sulsel dapat diselesaikan sebelum memasuki 2027.
Target tersebut membuat Golkar Makassar harus bergerak cepat. Apalagi, sebagai ibu kota provinsi sekaligus salah satu basis politik strategis Golkar, pelaksanaan Musda di Makassar menjadi bagian penting dari agenda konsolidasi partai di tingkat daerah.
Plt Ketua Harian DPD II Golkar Makassar, Juniar Arge, mengatakan rapat persiapan tersebut difokuskan pada penjabaran agenda dan pembagian tanggung jawab kepada seluruh bidang kepanitiaan.
Menurutnya, setiap bidang telah mendapatkan gambaran mengenai tugas, mekanisme kerja, serta kebutuhan yang harus dipenuhi agar seluruh tahapan Musda dapat berjalan sesuai rencana.
“Insyaallah besok teman-teman ini sudah membuat rancangan-rancangan anggarannya dan kegiatannya. Minggu ini semuanya sudah tuntas dan teman-teman sudah bisa bergerak untuk mempersiapkan Musda Makassar ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Juniar.
Meski struktur kepanitiaan dan persiapan teknis mulai dimatangkan, tanggal pelaksanaan Musda belum ditetapkan. Penentuan jadwal masih menunggu keputusan Plt Ketua DPD II Golkar Makassar, Supriansa, yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan DPD I Golkar Sulsel.
“Untuk jadwal awal Musda nanti kami menunggu keputusan dari Bapak Ketua PLT Kota Makassar, Pak Supriansa. Dari beliaulah nanti yang koordinasi ke DPD I tentang jadwal,” jelasnya.
Juniar menegaskan, Golkar Makassar tidak boleh tertinggal dalam agenda konsolidasi tersebut. Menurutnya, posisi Makassar sebagai barometer politik di Sulawesi Selatan menuntut kesiapan organisasi yang lebih serius dan terukur.
“Makassar tidak boleh kalah karena merupakan barometer di Sulsel,” tegasnya.
Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, panitia juga telah membentuk tujuh seksi kepanitiaan. Selain merampungkan pembagian tugas dan rancangan anggaran, panitia mulai melakukan survei sejumlah lokasi yang dinilai layak dan representatif untuk menjadi tempat penyelenggaraan Musda.
Forum Musda nantinya akan melibatkan seluruh unsur kekuatan organisasi Golkar, mulai dari jajaran pengurus DPD I Golkar Sulsel dan DPD II Golkar Makassar, organisasi pendiri SOKSI, MKGR, dan Kosgoro 1957, hingga organisasi yang didirikan Golkar, yakni AMPG, KPPG, AMPI, MDI, dan Satkar Ulama.
Pembentukan struktur SC dan OC menjadi tahapan awal untuk memastikan Musda tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga berjalan sesuai mekanisme organisasi partai.
Dengan target penyelesaian sebelum 2027, pekerjaan rumah Golkar Makassar kini tidak sekadar menyiapkan tempat dan kebutuhan acara.
Penetapan jadwal, kesiapan administrasi, penguatan koordinasi internal, serta pelaksanaan seluruh tahapan Musda menjadi pekerjaan yang harus segera dituntaskan.
Di tengah percepatan konsolidasi Golkar Sulsel, Musda Makassar pun menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian.
Sebab, keberhasilan pelaksanaannya akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kepengurusan dan konsolidasi Golkar di kota terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.



Komentar