Pemda Bululumba

Tepuk Tangan Pecah di Lapangan Pemuda Bulukumba, Paskibraka Sukses Kibarkan Sang Merah Putih

Suriadi
Suriadi

Senin, 17 Agustus 2026 13:37

Tepuk Tangan Pecah di Lapangan Pemuda Bulukumba, Paskibraka Sukses Kibarkan Sang Merah Putih

BULUKUMBA, Trotoar.id Beberapa pasang mata tertuju pada satu titik di Lapangan Pemuda Bulukumba, Senin (17/8/2026) pagi.

Ketika Sang Merah Putih perlahan bergerak naik menuju puncak tiang, suasana seketika menjadi hening. Barisan peserta upacara berdiri tegak. Warga yang memadati lapangan ikut menyaksikan dengan penuh perhatian.

Di balik prosesi yang berlangsung singkat itu, tersimpan latihan panjang, disiplin, keringat, dan tanggung jawab yang harus dituntaskan oleh para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bulukumba.

Pagi itu, mereka membuktikan hasil dari proses tersebut.

Dengan langkah tegap, gerakan yang terukur, dan kekompakan yang terjaga, Paskibraka Bulukumba sukses menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tak ada kesalahan yang mengganggu jalannya prosesi. Semua berjalan tertib, lancar, dan khidmat.

Ketika tugas selesai dan pasukan mulai meninggalkan lapangan, tepuk tangan spontan pecah dari peserta upacara dan masyarakat.

Aplaus itu bukan sekadar penghormatan atas keberhasilan sebuah prosesi. Ia menjadi bentuk apresiasi kepada para pelajar yang telah menghabiskan waktu untuk berlatih demi satu tugas yang hanya berlangsung beberapa menit, tetapi membawa nama keluarga, sekolah, dan Kabupaten Bulukumba.

Salah satu sosok yang merasakan langsung ketegangan sekaligus kebanggaan itu adalah Azizul Rizki Ramadhan, siswa UPT SMA Negeri 6 Bulukumba yang dipercaya menjadi pembawa bendera.

Baginya, berada di tengah pasukan pada momentum sakral peringatan kemerdekaan merupakan pengalaman yang tidak mudah dilupakan.

“Saya sangat antusias dan bersyukur bisa mendapat kepercayaan menjalankan tugas ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan membimbing kami selama proses latihan,” ujar Azizul.

Menjadi Paskibraka, kata Azizul, bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris dan ketepatan gerakan.

Selama menjalani pendidikan dan latihan, para anggota ditempa untuk memahami arti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kekompakan, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

Nilai-nilai itulah yang kemudian diuji pada pagi 17 Agustus.

Di hadapan ribuan pasang mata, mereka harus mampu mengendalikan rasa gugup dan menjalankan setiap gerakan sesuai instruksi.

Tidak boleh terburu-buru, tidak boleh lengah, dan setiap langkah harus berada dalam irama yang sama.

Karena bagi mereka, pengibaran bendera bukan sekadar tugas seremonial. Itu adalah amanah.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Bulukumba dipimpin Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf sebagai inspektur upacara.

Perwira upacara dijabat Kompol Syamsul Bahri, sedangkan Komandan Upacara AKP Kasman.

Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah dipercaya membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, salah satu perhatian utama tetap tertuju kepada para pelajar yang berdiri di tengah lapangan dengan seragam Paskibraka.

Ada tujuh petugas utama yang menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran bendera tahun ini.

Nadira Chibyla dari UPT SMA Negeri 1 Bulukumba bertugas sebagai pembawa atau penjemput Duplikat Bendera Pusaka.

Anggito Abimanyu dari UPT SMA Negeri 1 Bulukumba dipercaya menjadi Komandan Pleton Pasukan 17.

Sementara Nurnuna Waenis Rivilena dari UPT SMA Negeri 2 Bulukumba menjalankan tugas sebagai pembawa baki.

Posisi cadangan pembawa baki dipercayakan kepada Nabila Ramadani dari UPT SMK Negeri 1 Bulukumba.

Azizul Rizki Ramadhan dari UPT SMA Negeri 6 Bulukumba bertugas sebagai pembawa bendera.

Muhammad Alfatih Difinubun dari UPT SMA Negeri 1 Bulukumba menjalankan tugas sebagai penggerek bendera.

Sedangkan Ahmad Azriel Mahardika Rifai, juga dari UPT SMA Negeri 1 Bulukumba, dipercaya sebagai pembentang bendera.

Ketujuhnya menjadi bagian dari rangkaian panjang persiapan yang akhirnya menghasilkan prosesi pengibaran Sang Merah Putih dengan lancar.

Bagi keluarga dan sekolah mereka, keberhasilan tersebut tentu menjadi kebanggaan tersendiri.

Namun lebih dari itu, pengalaman menjadi Paskibraka merupakan bekal yang akan mereka bawa jauh setelah upacara berakhir.

Sebab disiplin yang dibentuk selama latihan tidak berhenti ketika seragam Paskibraka dilepas. Tanggung jawab, kerja sama, keberanian, dan semangat kebangsaan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Pemuda Bulukumba tidak berhenti setelah Sang Merah Putih berkibar.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan tari kolosal yang melibatkan sekitar 1.000 penari.

Pertunjukan tersebut melibatkan siswa UPT SMP Negeri 1 Bulukumba dan berkolaborasi dengan Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Tim Penggerak PKK, Polwan, Satpol PP, Puskesmas Caile, serta perwakilan Kantor Kecamatan Ujung Bulu.

Ribuan penari itu kemudian mengubah lapangan menjadi panggung besar. Gerakan yang dilakukan secara bersama-sama menghadirkan warna lain dalam perayaan kemerdekaan.

Jika Paskibraka memperlihatkan kedisiplinan dan ketepatan, tari kolosal memperlihatkan kreativitas dan kolaborasi.

Dua pertunjukan itu menyampaikan pesan yang sama: kemerdekaan adalah ruang bagi generasi muda untuk berkarya.

Bagi Bulukumba, keberhasilan Paskibraka mengibarkan Sang Merah Putih menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Tepuk tangan yang bergema setelah mereka meninggalkan lapangan menjadi penutup yang sederhana, tetapi bermakna.

Di balik beberapa menit prosesi pengibaran bendera, ada latihan berhari-hari, keringat, disiplin, rasa lelah, dan keberanian untuk berdiri di hadapan masyarakat.

Dan pagi itu, seluruh perjuangan tersebut terbayar lunas.

Sang Merah Putih berkibar sempurna.

Sementara para pelajar yang mengibarkannya pulang membawa satu kebanggaan: mereka pernah berdiri di garis depan sebuah perayaan kemerdekaan, dan telah menunaikan tugas untuk negeri dengan sebaik-baiknya.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen17 Agustus 2026 18:01
Bacakan Teks Proklamasi, Andi Rachmatika Dewi: Sebuah Kehormatan dan Pengingat untuk Terus Mengabdi
MAKASSAR, Trotoar.id — Ada kehormatan yang tidak datang setiap hari. Bagi Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, salah satunya adalah ke...
Metro17 Agustus 2026 17:52
Merah Putih Berkibar di HUT ke-81 RI, Andi Sudirman Serukan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
MAKASSAR, Trotoar.id — Merah Putih kembali berkibar di langit Kota Makassar, Senin (17/8/2026). Di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan,...
Daerah17 Agustus 2026 16:44
238 Warga Binaan Lapas Bulukumba Terima Remisi HUT ke-81 RI, Andi Utta Tanam Harapan Lewat Ketahanan Pangan
BULUKUMBA, Trotoar.id — Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahu...
Metro17 Agustus 2026 15:02
Dari Lapangan Karebosi, Melinda Aksa Titip Pesan: Kemerdekaan Dimulai dari Keluarga
MAKASSAR, Trotoar.id — Merah Putih berkibar perlahan di langit Lapangan Karebosi, Senin (17/8/2026) pagi. Ribuan peserta upacara berdiri tegak mengi...