Pemkot Makassar

Paskibraka Makassar Bawa Semangat “TIM NARYA”, Formasi Penyu dan Benteng Rotterdam Warnai HUT ke-81 RI

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 17 Agustus 2026 14:56

Paskibraka Makassar Bawa Semangat “TIM NARYA”, Formasi Penyu dan Benteng Rotterdam Warnai HUT ke-81 RI

MAKASSAR, Trotoar.id Sang Merah Putih belum berkibar ketika 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Makassar mulai mengambil posisi di Lapangan Karebosi, Senin (17/8/2026).

Pagi itu, mereka tidak sekadar bersiap menjalankan tugas pengibaran bendera.

Di hadapan ribuan peserta upacara, mereka membawa sebuah cerita tentang Makassar, Sulawesi Selatan, dan karakter generasi muda yang tumbuh dari kebudayaan bahari.

Mereka tergabung dalam TIM NARYA, pasukan yang dipercaya mengemban tugas sakral mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Makassar.

Sekitar pukul 07.20 Wita, langkah para anggota Paskibraka mulai bergerak.

Gerakan mereka terukur. Formasi tersusun rapi. Setiap aba-aba diterjemahkan dengan presisi.

Namun, yang membuat penampilan mereka berbeda tahun ini bukan hanya ketepatan barisan.

TIM NARYA menghadirkan formasi yang terinspirasi dari Benteng Rotterdam dan filosofi penyu.

Di tengah Lapangan Karebosi, formasi tersebut menggambarkan seekor penyu yang bergerak perlahan menuju laut.

Penyu bukan sekadar simbol visual.

Bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki sejarah panjang sebagai masyarakat bahari, laut merupakan bagian penting dari identitas dan perjalanan peradaban. Laut menjadi ruang untuk berlayar, berdagang, menjelajah, sekaligus menghadapi berbagai tantangan.

Filosofi itulah yang coba diterjemahkan TIM NARYA.

Penyu yang bergerak menuju laut menggambarkan keberanian untuk melangkah ke ruang yang lebih luas. Ia menjadi simbol ketangguhan, keberanian menghadapi tantangan, serta semangat untuk menatap masa depan.

Tetapi perjalanan menuju laut itu tidak berarti meninggalkan daratan.

Di situlah pesan yang ingin disampaikan menjadi semakin kuat.

Generasi muda boleh menjelajah sejauh mungkin. Boleh bermimpi setinggi langit dan menghadapi dunia dengan keberanian. Namun, mereka tetap harus memiliki akar yang kuat pada tanah kelahiran, sejarah, budaya, dan jati diri bangsa.

Pesan tersebut diterjemahkan melalui gerakan demi gerakan para anggota Paskibraka di Lapangan Karebosi.

Formasi Benteng Rotterdam pun bukan sekadar pertunjukan visual untuk memperindah prosesi pengibaran bendera. Ia menjadi simbol kebanggaan terhadap sejarah Makassar dan Sulawesi Selatan yang memiliki hubungan erat dengan dunia maritim.

Di balik formasi yang tampak sempurna itu, ada puluhan pelajar yang harus melewati proses panjang sebelum berdiri di Lapangan Karebosi.

Mereka ditempa dengan latihan fisik, kedisiplinan, ketelitian, kekompakan, serta kemampuan menjaga konsentrasi di tengah tekanan.

Sebab tugas mereka hanya berlangsung beberapa menit, tetapi kesalahan sekecil apa pun dapat mengganggu prosesi yang disaksikan ribuan orang.

Dalam formasi tersebut, Komandan Kelompok 17 dipercayakan kepada Farel Noviantoro, siswa SMA Negeri 21 Makassar.

Posisi Pembawa Baki dipercayakan kepada Stevani Ayu Supriyadi, siswi SMK SMTI Makassar. Sementara Ariqah Anala Salsabila dari SMA Negeri 8 Makassar menjadi Cadangan Pembawa Baki.

Komandan Kelompok 8 dijalankan Aditya Ardhani, siswa SMA Negeri 16 Makassar.

Sementara tugas Pembentang Bendera dipercayakan kepada Muhammad Rindra Adya Pratama dari MA Negeri 2 Makassar.

Posisi Penggerek Bendera dijalankan Arumi Hafizuddin dari SMA Negeri 17 Makassar.

Tiga anggota yang bertugas sebagai serpihan Kelompok 8 yakni Mahira Feyza Syahrial dari SMA Negeri 2 Makassar, Ainun Aqeela dari SMA Negeri 21 Makassar, dan Desy Lestari A. dari SMA Negeri 14 Makassar.

Mereka adalah bagian dari satu kesatuan yang dituntut bergerak dalam irama yang sama.

Tidak boleh ada ego. Tidak boleh ada gerakan yang berjalan sendiri.

Satu langkah harus mengikuti langkah lainnya.

Satu kesalahan dapat memengaruhi seluruh formasi.

Di situlah nilai Paskibraka sesungguhnya ditempa: disiplin pribadi harus tunduk pada kepentingan bersama.

Ketika formasi mulai terbentuk, penyu yang digambarkan para anggota Paskibraka seolah bergerak menuju laut.

Ada perjalanan yang sedang diceritakan.

Tentang keberanian meninggalkan batas yang nyaman. Tentang ketangguhan menghadapi tantangan. Tentang generasi muda yang harus memiliki keberanian untuk membawa Indonesia menuju masa depan.

Tetapi di saat yang sama, mereka tetap berpijak pada akar budaya.

Dan perjalanan itu kemudian mencapai puncaknya.

Sang Merah Putih perlahan bergerak menuju angkasa.

Bendera berkibar gagah di langit Lapangan Karebosi.

Tepuk tangan dan rasa bangga menyelimuti peserta upacara.

Bagi TIM NARYA, pengibaran tersebut menjadi akhir dari rangkaian latihan panjang sekaligus awal dari sebuah pengalaman yang akan mereka bawa sepanjang hidup.

Mereka bukan hanya berhasil mengibarkan bendera.

Mereka telah menyampaikan sebuah pesan melalui gerakan: bahwa generasi muda Makassar harus berani mengarungi masa depan tanpa kehilangan identitas dan kecintaan terhadap tanah air.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kota Makassar tersebut dipimpin Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi sebagai Inspektur Upacara.

Sebelum rangkaian prosesi berlanjut, Munafri memimpin peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

“Marilah kita mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa. Mengheningkan cipta, mulai,” ujar Munafri.

Lapangan Karebosi yang sebelumnya dipenuhi gerakan dan aba-aba mendadak hening.

Ribuan peserta menundukkan kepala.

Di tengah kesunyian itu, kemerdekaan kembali diingat bukan sebagai sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan hasil perjuangan panjang generasi terdahulu.

Ketua DPRD Kota Makassar Supratman mendapat kehormatan membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, mantan wali kota dan mantan wakil wali kota, serta jajaran Forkopimda Kota Makassar dari unsur TNI-Polri, Kejaksaan Negeri, pimpinan dan anggota DPRD Makassar, serta sejumlah pejabat lainnya.

Pagi itu, Lapangan Karebosi menjadi panggung dari tiga pesan besar kemerdekaan.

Ada penghormatan kepada masa lalu melalui renungan dan teks Proklamasi.

Ada pengabdian hari ini melalui upacara dan pelayanan kepada masyarakat.

Dan ada harapan masa depan melalui 70 pelajar yang berdiri membawa Merah Putih.

TIM NARYA telah menuntaskan tugasnya.

Formasi penyu telah kembali terurai.

Benteng Rotterdam kembali menjadi simbol sejarah.

Tetapi pesan yang mereka bawa tidak ikut menghilang.

Berlayar sejauh mungkin. Berani menghadapi dunia. Namun tetap berakar kuat pada bumi pertiwi.

Dan ketika Sang Merah Putih berkibar di langit Karebosi, pesan itu seakan menemukan bentuknya: generasi muda boleh bergerak menuju laut yang luas, tetapi tujuan akhirnya tetap satu—membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat tanpa kehilangan jati dirinya.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen17 Agustus 2026 18:01
Bacakan Teks Proklamasi, Andi Rachmatika Dewi: Sebuah Kehormatan dan Pengingat untuk Terus Mengabdi
MAKASSAR, Trotoar.id — Ada kehormatan yang tidak datang setiap hari. Bagi Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, salah satunya adalah ke...
Metro17 Agustus 2026 17:52
Merah Putih Berkibar di HUT ke-81 RI, Andi Sudirman Serukan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
MAKASSAR, Trotoar.id — Merah Putih kembali berkibar di langit Kota Makassar, Senin (17/8/2026). Di Lapangan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan,...
Daerah17 Agustus 2026 16:44
238 Warga Binaan Lapas Bulukumba Terima Remisi HUT ke-81 RI, Andi Utta Tanam Harapan Lewat Ketahanan Pangan
BULUKUMBA, Trotoar.id — Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahu...
Metro17 Agustus 2026 15:02
Dari Lapangan Karebosi, Melinda Aksa Titip Pesan: Kemerdekaan Dimulai dari Keluarga
MAKASSAR, Trotoar.id — Merah Putih berkibar perlahan di langit Lapangan Karebosi, Senin (17/8/2026) pagi. Ribuan peserta upacara berdiri tegak mengi...