Pemda Baulukumba

Cegah Kekerasan, Pemkab Bulukumba Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Secara Ekonomi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 18 September 2026 16:56

Cegah Kekerasan, Pemkab Bulukumba Dorong Perempuan Berdaya dan Mandiri Secara Ekonomi

BULUKUMBA, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dengan mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi, khususnya bagi perempuan penopang keluarga.

Upaya tersebut dibahas dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bulukumba di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi, Kamis (17/9/2026).

Mengusung tema “Perempuan Penopang Keluarga, Tangguh, Mandiri, dan Bebas dari Kekerasan”, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial, pemenuhan hak ekonomi, serta kesetaraan gender bagi kelompok perempuan yang rentan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba Muh. Ali Saleng saat membuka kegiatan menekankan bahwa pencegahan kekerasan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.

Dukungan keluarga, organisasi perempuan dan lingkungan sosial diperlukan untuk membangun ruang yang aman bagi perempuan.

“Keberadaan dan keterlibatan berbagai organisasi sangat penting dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan. Kita juga perlu memperkuat dukungan agar perempuan mampu berdaya, mandiri, serta terus berperan dalam keluarga maupun masyarakat,” ujar Ali Saleng.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan semata soal peningkatan kapasitas individu, tetapi juga menciptakan lingkungan yang memungkinkan perempuan berkembang, memiliki posisi yang kuat dalam keluarga, serta memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan.

Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar turut menekankan peran strategis perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga.

Ia mengajak perempuan penopang keluarga untuk terus meningkatkan kapasitas sekaligus membangun hubungan keluarga yang saling menguatkan dan melindungi.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi dan keharmonisan keluarga. Perempuan penopang keluarga, mari kita berdaya tanpa kekerasan, saling menguatkan, saling melindungi, dan bersama-sama membangun keluarga yang aman, mandiri, dan bermartabat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba Hamrina Andi Muri menyoroti aspek ekonomi sebagai salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

Ia mengatakan tekanan finansial dapat memperburuk persoalan dalam keluarga. Karena itu, perempuan perlu memiliki akses dan kemampuan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.

“Tekanan finansial dapat menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan dalam keluarga. Olehnya itu, perempuan perlu didorong untuk berdaya melalui kewirausahaan. Terlebih di Kabupaten Bulukumba, banyak pelaku UMKM yang merupakan perempuan,” ungkap Hamrina.

Menurutnya, kewirausahaan tidak hanya dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan dan kemandirian.

Perspektif perlindungan juga disampaikan Konselor PUSPAGA Kabupaten Bulukumba Hj. Banri Alang. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki hak untuk hidup aman, dihargai, didengarkan dan memperoleh perlindungan.

“Perempuan berhak hidup aman, dihargai, didengarkan, dan dilindungi. Menjadi penopang keluarga bukan berarti harus menanggung kekerasan dalam diam,” tegasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menutup mata ketika menemukan kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Upaya pencegahan, kata dia, perlu dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui lingkungan sosial yang aman serta responsif.

“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah terhadap perempuan, dimulai dari keluarga hingga lingkungan sosial. Jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak, jangan ragu untuk melaporkannya kepada UPTD PPA atau PUSPAGA agar dapat memperoleh pendampingan dan perlindungan,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Andi Herfida Muchtar, Hamrina Andi Muri, dan Hj. Banri Alang sebagai narasumber dengan perspektif pemberdayaan keluarga, kemandirian ekonomi, serta perlindungan perempuan dan anak.

Kegiatan turut dihadiri Kepala DP2KBP3A Bulukumba Andi Mappatunru Asnur, para kepala OPD, organisasi perempuan, Konselor PUSPAGA, serta unsur penyedia layanan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bulukumba mendorong kolaborasi pemerintah, keluarga, organisasi perempuan dan masyarakat untuk memperkuat posisi perempuan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dari kekerasan.

Pemberdayaan ekonomi pun diarahkan tidak hanya sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi menjadi bagian dari penguatan ketahanan keluarga dan kemandirian perempuan di Kabupaten Bulukumba.

Penulis : Addy

 Komentar