Skandal Kementrian ATR/BPN

Nusron Wahid Buka Suara Anak Buahnya Kena OTT KPK

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 18 September 2026 19:32

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengambil langkah tegas dengan mencopot delapan pejabat ATR/BPN
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengambil langkah tegas dengan mencopot delapan pejabat ATR/BPN

JAKARTA, Trotoar.id — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya angkat bicara setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan suap dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

Nusron menegaskan dirinya menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh KPK. 

Ia juga memastikan Kementerian ATR/BPN akan mengikuti dan membantu proses penyidikan yang sedang berjalan.

“Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada di sini,” kata Nusron di Jakarta, Jumat (18/9/2026) siang.

Baca Juga  Denny Siregar: 'Permisi, Pak Bupati. Kami Mau OTT'

Kasus tersebut mencuat setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 14 September 2026. 

Dalam perkara ini, KPK kemudian menetapkan delapan tersangka terkait dugaan suap pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

KPK juga menyita uang tunai dengan nilai sekitar Rp106,3 miliar dalam berbagai mata uang dari sejumlah lokasi yang berkaitan dengan perkara tersebut. 

Namun, hingga perkembangan terakhir yang diberitakan, Nusron sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga  Garagara NA Kena OTT Syahrul "Murka" Dihadapan Pimpinan OPD

Sebelumnya, KPK menyatakan masih mendalami perkara tersebut, termasuk kemungkinan memanggil Nusron Wahid. 

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan pemanggilan terhadap pihak tertentu bergantung pada kebutuhan penyidikan.

Di tengah proses hukum itu, Nusron berharap penyidikan KPK menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan internal di lingkungan ATR/BPN, khususnya dalam pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

“Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor pertanahan. Saya kira itu,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi Temukan Kondom di Lokasi Pembunuhan Roslina KS

Nusron tidak memberikan penjelasan lebih jauh ketika ditanya mengenai isu kepemilikan uang sekitar Rp100 miliar yang dikaitkan dengan perkara tersebut.

Ia memilih menekankan komitmen kementeriannya untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta memastikan pelayanan pertanahan tetap berlangsung.

Kasus dugaan suap HGB Bogor kini masih dalam tahap penyidikan KPK. Lembaga antirasuah tersebut terus mendalami alur pemberian uang, pihak-pihak yang terlibat, serta rangkaian proses pengurusan HGB yang menjadi objek perkara.

Penulis : ****

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...