Pemprov Sulsel

Jufri Rahman: Tak Ada Daerah Bisa Tumbuh Optimal Jika Berjalan Sendiri

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 18 September 2026 17:06

Jufri Rahman: Tak Ada Daerah Bisa Tumbuh Optimal Jika Berjalan Sendiri

MAKASSAR. Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menekankan pentingnya kolaborasi dan konektivitas antardaerah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi.

Pesan tersebut disampaikan Jufri saat memandu Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (18/9/2026).

Rakor tersebut diikuti sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi bersama instansi terkait. Forum ini menjadi ruang untuk membaca struktur ekonomi regional, mengidentifikasi persoalan, menyatukan perspektif, sekaligus merumuskan langkah bersama.

Jufri mengatakan Sulawesi memiliki potensi besar yang semakin strategis dalam peta pembangunan nasional, mulai dari sumber daya alam hingga sektor pertanian.

Namun, potensi tersebut tidak otomatis menjadi kekuatan ekonomi apabila tidak dikelola melalui kebijakan yang terintegrasi dan berbasis data.

“Kita harus memahami bahwa potensi itu akan menjadi kekuatan pembangunan kalau kita kelola dengan kebijakan yang terintegrasi berbasis data, dilakukan berkelanjutan dan melibatkan sinergi antardaerah,” ujar Jufri.

Menurutnya, penguatan ekonomi Sulawesi membutuhkan kerja sama lintas wilayah. Pasalnya, aktivitas ekonomi suatu daerah memiliki keterkaitan dengan daerah lain melalui rantai pasok, konektivitas, investasi, perdagangan hingga mobilitas tenaga kerja.

“Tidak ada suatu daerah yang bisa tumbuh optimal kalau berjalan sendiri. Pertumbuhan sebuah wilayah akan semakin kuat ketika konektivitas ekonomi antardaerah terbangun dan investasi bergerak lintas wilayah, serta semua pemerintahan terlibat saling memperkuat,” jelasnya.

Karena itu, Jufri mendorong pemerintah daerah tidak hanya melihat pertumbuhan ekonomi dari perspektif wilayah administratif masing-masing. Potensi dan tantangan ekonomi perlu dibaca dalam konteks kawasan agar kebijakan yang dihasilkan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Rakor tersebut menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam sebagai narasumber.

Sonny memaparkan materi bertajuk “Memahami Statistik dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”, sementara Medrilzam menyampaikan materi “Penguatan Kinerja Daerah untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Pembahasan dalam rakor diarahkan untuk memperkuat kemampuan pemerintah daerah membaca kondisi ekonomi wilayah berdasarkan data, sekaligus menyusun strategi pembangunan yang lebih terintegrasi.

Bagi Sulawesi, pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan potensi sumber daya alam, pertanian, investasi dan sektor ekonomi lainnya dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Jufri menegaskan, kolaborasi antardaerah menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada capaian angka, tetapi mampu memperkuat keterhubungan ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Sulawesi.

Penulis : Awal

 Komentar