MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Muhammad Idrus, meraih gelar Doktor dalam bidang Ilmu Agribisnis pada Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar.
Gelar akademik tersebut diraih setelah Muhammad Idrus memaparkan dan mempertahankan disertasinya yang mengembangkan model pengelolaan agribisnis kakao berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Penelitian tersebut mengangkat pengembangan model pengelolaan agribisnis kakao yang berkelanjutan sebagai upaya memperkuat sektor perkebunan sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah.
Dalam sidang promosi doktor, Muhammad Idrus mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan tim promotor dan penguji yang memiliki keahlian di bidang pendidikan, pertanian, dan agribisnis.
Tim promotor terdiri atas Prof. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Ratnawati Tahir, M.Si.; Dr. Ir. Jumiati, S.P., M.M., IPM., MCE; serta Prof. Dr. Hj. Bulkis, M.S. Adapun kopromotor dalam penelitian tersebut adalah Dr. Muhammad Natsir, S.P., M.P.
Sidang promosi doktor tersebut turut dihadiri Bupati Kolaka Utara, Rusda Muhammad, sebagai bentuk dukungan terhadap capaian akademik Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara.
Pengembangan model pengelolaan agribisnis kakao menjadi fokus utama disertasi Muhammad Idrus.
Kajian tersebut relevan dengan upaya memperkuat sektor perkebunan kakao sebagai salah satu bidang yang berpotensi mendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Kolaka Utara.
Melalui penelitian ini, pengelolaan agribisnis kakao diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terarah dengan memperhatikan keberlanjutan usaha, penguatan rantai nilai, serta peningkatan manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha perkebunan.
Pengembangan model berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan komoditas perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi turut memperhatikan efektivitas pengelolaan usaha dan keberlangsungan sektor agribisnis dalam jangka panjang.
Bagi Kabupaten Kolaka Utara, kajian tersebut berpotensi menjadi referensi akademik dalam merumuskan kebijakan pengembangan sektor perkebunan, khususnya untuk meningkatkan daya saing agribisnis kakao dan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor tersebut.
Capaian akademik Muhammad Idrus sekaligus memperlihatkan pentingnya pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah, termasuk melalui penelitian yang berkaitan langsung dengan potensi dan kebutuhan pembangunan daerah.
Dengan diraihnya gelar doktor ini, hasil penelitian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan agribisnis kakao yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Utara.




Komentar