DPRD Sulsel

Edwar Wijaya Horas Serap Aspirasi Warga Bara-Baraya, Jalan Rusak hingga Drainase Jadi Sorotan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 31 Oktober 2026 16:22

Edwar Wijaya Horas Serap Aspirasi Warga Bara-Baraya, Jalan Rusak hingga Drainase Jadi Sorotan

MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan infrastruktur lingkungan dan kebutuhan fasilitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi masyarakat di Kecamatan Makassar. 

Mulai dari kondisi jalan yang rusak, persoalan drainase, hingga pendangkalan kanal akibat sedimentasi lumpur menjadi aspirasi yang disampaikan warga kepada legislator Partai Gerindra, Edwar Wijaya Horas.

Aspirasi tersebut mengemuka saat Edwar menggelar kegiatan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Jalan Veteran Lorong 41, Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Makassar, Sabtu (31/10/2026).

“Masyarakat mengeluhkan soal Infrastruktur jalan, yang masih rusak, dan kami akan koordinasikan dengan pemerintah,” kata Edwar 

Baca Juga  Novita Hardini Minta PT KIMA Lebih Aktif Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar

Dalam kegiatan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah, terutama terkait pembenahan infrastruktur dasar di lingkungan permukiman.

Salah satu keluhan yang mencuat adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak dan membutuhkan perbaikan. 

Warga menilai akses jalan yang layak penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk mobilitas masyarakat di kawasan permukiman padat.

Selain jalan, perbaikan drainase juga menjadi kebutuhan mendesak. Warga berharap saluran air di Lorong 41 dapat dibenahi agar aliran air lebih lancar dan risiko genangan maupun banjir saat hujan dapat diminimalkan.

Baca Juga  DPRD Sulsel Gunakan Kantor Gubernur untuk Paripurna, Wisma Negara jadi Alatenatif

Persoalan lain yang turut disoroti adalah kondisi kanal di wilayah Kelurahan Bara-Baraya yang mengalami penumpukan sedimentasi lumpur. 

Pendangkalan tersebut dikhawatirkan mengurangi kapasitas kanal dalam menampung dan mengalirkan air, terutama ketika intensitas hujan meningkat.

Tak hanya infrastruktur, warga juga menyampaikan persoalan keterbatasan fasilitas pendidikan. Kebutuhan sekolah di Kecamatan Makassar dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah agar akses pendidikan bagi masyarakat dapat semakin memadai.

Baca Juga  Endus Jual Beli Jalur Undangan PTN di Sejumlah SMA dan SMK, DPRD Minta Diknas Investigasi

Melalui pengawasan APBD tersebut, berbagai aspirasi warga diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar bagi pemerintah dalam menentukan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pengawasan anggaran, pada akhirnya, tidak hanya berbicara mengenai besaran alokasi dan realisasi belanja daerah. 

Lebih penting dari itu, masyarakat perlu memastikan bahwa anggaran publik benar-benar menjawab persoalan yang mereka hadapi, mulai dari jalan lingkungan, pengendalian banjir, hingga ketersediaan fasilitas pendidikan. (*)

Penulis : Raul

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...