Makbul Halim: Ada yang Sakit Lihat Survei CRC

Suriadi
Suriadi

Senin, 19 Maret 2018 02:56

Makbul Halim: Ada yang Sakit Lihat Survei CRC

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Mantan juru Bicara Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang 2) Makbul Halim yang kini menjabat kembali sebagai juru hicara pasangan calon Walikota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) menganggap hasil Survei CRC. merupakan kajian akademik.

Bahkan menurutnya, hasil survei elektabilitas Danny Pomanto-Indira Mulyasari tidaklah begitu penting bagi mereka yang merasa kecewa. Alasannya, setinggi apapun hasilnya, diyakini pihak lawan tidak mempercayai hasilnya

“Meski telektabilitas pak Danny, itu tidak penting, karena pasti mereka (lawan) tidak percaya. Seandainya tuhan buat survei, mereka juga mungkin tidak percaya,” katanya, Minggu (18/3/2018).

Menurut dia yang juga Panglima Suaqdron DIAmi, yang terpenting adalah dari 71% responden yang memilih Danny Pomanto-Indira, 40% diantaranya memilih dengan dasar melihat hasil kinerja Danny Pomanto khususnya selama menjabat sebagai Wali Kota Makassar di periode sebelumnya.

“Kalau 40% dikonfersi menjadi 100%, yang 40% menjadi 70%. Jadi bisa dibilang ada 60% sampai 70% responden itu mengaku puas terhadap kinerja, mereka mau pilih calon karena kinerjanya terbukti,” terang Maqbul.

Untuk itu dia menyimpulkan, strategi yang dilakukan rival Danny-Indira dalam hal ini Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) belakangan ini tidak begitu mempengaruhi mindset berpikir masyarakat di akar rumput.

Misalnya, strategi black campaign atau negatif campaign, berupa hoax, fitnah hingga upaya kriminalisasi tidak mempengaruhi hasil survei hingga saat ini. Meski sebelumnya diakui, tingkat elektabilitas Danny Pomanto menurun jika dibandingkan di November 2017 lalu.

“Elektabilitas pak Danny seorang diri tanpa berpasangan pada November itu 71%. Pak danny itu kemarin berada seorang diri. Pada Maret 2018, itu turun menjadi 69%, ingat seorang diri tanpa pasangan. Sementara kita ketahui seorang incumbent itu fitranya atau naturalnya selalu turun, karena kita bisa lihat peristiwa sebelumnya. Itu artinya apa, bahwa black campaign, entah kriminalisasi, hoax dan fitnah rupanya belum jelas pengaruhnya dalam survei ini,” pungkas Maqbul. (**)

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Juni 2026 03:24
Laga Pembuka Grup F Belanda Vs Jepang, Edy Manaf Jagokan Belanda 2-1
Trotoar.id — Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf, memprediksi tim nasional Belanda akan meraih kemenangan pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 202...
Nasional14 Juni 2026 21:53
Ini Jagoan Yasir Machmud Di Piala Dunia 2026
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, menjagokan dua raksasa Eropa, Spanyol dan Portugal, sebaga...
Olahraga14 Juni 2026 21:37
Meski Ditahan Imbang Oleh Maroko, Andi Iwan Aras Tetap Jagokan Brazil Jadi Juara Fifa Word Cup 2026
Trotoar.id — Meski ditahan imbang Maroko dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup C, Brasil tetap dinilai sebagai kandidat kuat juara di ajang Pia...
Ajatappareng14 Juni 2026 17:30
PMI Barru Perkuat Kapasitas Pengurus Kecamatan, Bupati Tekankan Peran Kemanusiaan
BARRU, TROTOR.ID — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Barru menggelar orientasi pengurus PMI kecamatan se-Kabupaten Barru sebagai upaya memperku...