Mahasiswa Komunikasi Bahas Pilkada Tanpa Hoax

Suriadi
Suriadi

Senin, 19 Maret 2018 19:41

Mahasiswa Komunikasi Bahas Pilkada Tanpa Hoax

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Besok, Selasa 20 Maret 2018, Pukul 10.00 hingga pukul 13.00 siang, Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (IMIKI) Cabang Makassar bersama BEM STIE Wira Bhakti yang tergabung dalam Forum Pemuda Mahasiswa membahas pilkada damai tanpa konflik SARA dan Hoax di Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Warkop Press Corner, Jalan Pengayoman, Makassar dengan menghadirkan tiga pembicara yakni dosen Universitas Negeri Makassar, Dr Yasdin Yasir SPd MPd, Ketua STIE Wira Bhakti Makassar, Dr Abdul Rahman SE MSi dan
Ketua KNPI Sulawesi Selatan yang juga mantan aktivis HMI, Imran Eka Putra.

Sekretaris IMIKI Cabang Makassar, Junaidi Namadula mengatakan, masyarakat Sulawesi Selatan akan memilih gubernur periode 2018-2023 pada 27 Juni 2018 mendatang.

Baca Juga  Jubir NH-AZIZ : Selamat Untuk Appi-Cicu samasamaki Usung Pembaharuan

Hajatan tersebut bersamaan pula dengan pemilihan kepala daerah serentak di 3 kota dan 7 kabupaten di Sulsel yakni, Kota Makassar, Kota Palopo, Kota Parepare, Kabupaten Bone, Sinjai, Luwu, Pinrang, Sidrap Wajo dan Jeneponto.

“Tahapan pilkada telah dimulai. Saat ini memasuki tahapan kampanye. Walau para kandidat telah menandatangani deklarasi damai, tetap tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik sosial gegara beda pilihan,” ujarnya.

Mencegah meluasnya potensi konflik sosial tersebut, jelas Junaidi, diperlukan upaya agar pilkada serentak di Sulawesi Selatan dapat berjalan damai tanpa dinodai info hoax dan konflik bernuansa SARA.

Baca Juga  Majelis Taklim Panaikang Doakan Danny-Fatma Terpilih

“Salah satu upaya dimaksud adalah menggelar dialog publik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua BEM STIE Wira Bhakti Makassar, Ika Sahara. Kata dia, saat ini para pendukung setiap calon kepala daerah di Sulawesi Selatan kerap saling melempar isu negatif terhadap lawan.

Tak sedikit berisi info hoax bahkan mengangkat dan menggulirkan isu perbedaan SARA. Hal tersebut tercermin pada beberapa pemberitaan di media cetak hingga media online.

“Lebih parah terlihat di media-media sosial anak muda yang menjadi para pendukung kandidat,” paparnya.

Kata dia, melempar isu negatif berisi info hoax dan bernuansa mengungkit perbedaan SARA jelas dapat menimbulkan konflik yang lebih parah di kalangan masyarakat.

Baca Juga  Askar-Pipink: Anak Muda Harus Merasa Asik Aktif di Masjid

Kata Ika, sapaan akrab Ika Sahara, tujuan diskusi tersebut untuk menyampaikan kepada publik, terutama kalangan mahasiswa, pemuda dan para pendukung kandidat terkait potensi konflik sosial di pilkada.

“Disini kami juga ingin memberi pemahaman tentang dampak buruk jika marak beredar info hoax atau info yang mengandung kebencian bernuansa SARA di pilkada,” paparnya.

Tak hanya itu, tambah Ika, pihaknya juga ingin memberi pengertian sekaligus mengajak para tokoh, mahasiswa, pemuda serta simpatisan kandidat untuk bersama menjaga pilkada serentak di Sulsel berlangsung damai tanpa dinodasi konflik SARA. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik05 November 2026 19:13
PKB Desak Kasus Dugaan Penyadapan Diusut Tuntas, Syamsul Rizal Dorong Forensik Digital
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak aparat terkait mengusut tuntas dugaan penyadapan yang disebut menyasar sejumlah toko...
Parlemen05 November 2026 18:33
Syamsul Rizal Bedah Sosialisme Islam di Makassar, Prof Tahir Kasnawi Sebut Sejalan dengan Pancasila
MAKASSAR, Trotoar.id — Keadilan ekonomi, ketimpangan sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat kecil menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi d...
Metro05 November 2026 17:24
Makassar Raih Terbaik I Nasional Program KB 2026, Enam Inovasi DPPKB Jadi Penentu
JAKARTA, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, M...
Metro05 November 2026 16:21
Penyintas Kanker Berbagi Pengalaman, TP PKK Makassar Perkuat Edukasi Deteksi Dini Penyakit
MAKASSAR, Trotoar.id — Kesadaran menjaga kesehatan tidak cukup hanya dibangun ketika tubuh mulai merasakan sakit. Pemeriksaan sejak dini menjadi lan...