TROTOAR.ID, KIEV – Final Liga Champions Eropa tahun 2018 yang digelar (27/05) di NSC Olimpiyskiy Stadium Kota Kiev Ukraina benar-benar menyajikan pertandingan megah dengan 61.561 penonton. Namun dibalik kemegahan itu, tersimpan luka mendalam bagi fans Liverpool. Bukan semata karena kekalahan tim berjuluk ‘The Reds’ ini harus pulang dengan posisi Runner Up stelah menelan kekalahan 3-1 dari dari ‘Los Blancos’. Lebih dari itu, cidera parah yang dialami penyerang tersubur di Inggris saat ini, Mohammad Salah justru lebih banyak menguras emosi penonton selama pertandingan berlangsung.
Cidera yang dialami Mohammad Salah setelah dijatuhkan oleh kapten Real Madrid, Sergio Ramos ini mengundang beragam respon dan kontroversi. Bahkan hingga beberapa hari setelah pertandingan telah usai, perbincangan tentang ‘Bantingan Maut’ Sergio Ramos ini masih ramai diperbincangkan publik di media sosial.
Salah satunya datang dari sebuah organisasi bela diri di Eropa. Persatuan Judo Eropa melalui akun twitter European Judo Union memberikan perhatian lebih atas insiden Ramos-Salah ini. Mereka menuding Sergio Ramos telah menggunakan ‘teknik Waki-gatame’ untuk menjatuhkan Salah.
Baca Juga :
Teknik tersebut dianggap adalah teknik licik yang membahayakan. Mereka juga mempertanyakan mengapa hal itu bisa dilegalkan dalam dunia sepak bola, sedangkan dalam olahraga Judo sendiri teknik tersebut adalah teknik yang ilegal.
Waki-gatame is a dangerous technique. That's why it is not allowed in Judo to use for transition to ne-waza. What do you think about this foul yesterday evening in the #UCLFinal between #RMALIV? pic.twitter.com/mHmADyG7LB
— European Judo Union (@europeanjudo) May 27, 2018
Tweet ini akhirnya viral seketika dan dibanjiri komentar. Bahkan, jumlah orang yang menyukai dan membagikannya menghampiri jumlah pengikut akun Europen Judo Union tersebut. Di tengah respon publik tersebut, Ramos sendiri menunjukkan sikap yang dingin setelah pertandingan usai dan berhasil mengangkat Tropy ‘Si Kuping Besar’ selama tiga kali berturut-turut bersama timnya Real Madrid. Hal tersebut juga tergambar dari tulisannya di akun Twitter miliknya.
“Kadang-kadang sepakbola menunjukkan sisi bagus dan buruk di waktu yang lain” tulisnya.



Komentar