TROTOAR.ID, MAKASSAR — Rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Makassar guna menghadiri jalan santai yang di gelar Sahabat Rakyat, nampaknya mendapat penolakan dari sekelompok aktivis di Kota Makassar

Salah satu kelompok aktivis yang menolak kehadiran Jokowi di Makassar yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya.
Ketua bidang PTKP HMI cabang Gowa Raya dalam rilisnya menyatakan, bapak Jokowi harusnya lebih fokus menyelesaikan sejumlah persoalan yang menjadi tuntutan rakyat selama ini
- 64 Tahun Berselang, Prabowo Ulangi Jejak Soekarno Tutup Muktamar NU
- Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kembali Kirim 65 Ton Logistik ke NTT atas Instruksi Presiden Prabowo
- Presiden Prabowo Hadiri Puncak Hari Koperasi ke-79, Tegaskan Koperasi Pilar Ekonomi Rakyat
- Presiden Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Ini Alasan di Baliknya
Salah satu persoalan yang yang harus di tuntaskan, menurutnya masalah kenaikan harga BBM dan Gas serta kenaikan TDL yang menurutnya sangat menyensarakan rakyat, ketimbang beliau harus hadir diagenda yang tidak terlalu penting bagi rakyat Indoensia
“Jokowi sebaiknya mengurungkan niatnya untuk hadir di Makassar dan fokus pada sisa masa jabatannya untuk menyelesaikan persoalan perekonomian yang kian hari semakin carut marut,” Kata Ardyansah Aktivi HMI Cabang Gowa Raya.
Dan jika Jokowi tetap ngotot akan hadir di Makassar maka pihaknya akan menggelar aksi penolakan di jalan, sambil membakar ban bekas di jalan sebagai simbol perlawan menolak kehadiran Jokowi.
Menurut mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar ada sejumlah persoalan yang harus di selesaikan pemerintahan Jokowi-JK, salah satu hal terkait menilai nilai tukar rupiah yang semakin merosot serya kenaikan BBM, Gas dan TDL.
Olehnya itu mereka mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi terhadap menteri ESDM, BPH Migas, dan GM Pertamina Regional VII Makassar.

“Kalau beliau tetap bersikukuh untuk hadir, maka kami akan menyambutnya dengan megaphone dan bakar ban dijalan sebagai bentuk perlawanan kami atas kebijakan Jokowi,”Tambahnya
Keedatangan Jokowi di Makassar lanjutnya akan menambah luka rakyat, disaat rakyat butuh langkah konkrit dari pemerintah akan persoalan yang di hadapi selama ini namun yang disajikan adalah jalan sehat.
“Jangan jadikan Sulsel sebagai pijakan pencitraan untuk tujuan politik praktis,” Tegas Ardyansah (**)


