Muktamar NU

64 Tahun Berselang, Prabowo Ulangi Jejak Soekarno Tutup Muktamar NU

Suriadi
Suriadi

Minggu, 30 Agustus 2026 21:43

64 Tahun Berselang, Prabowo Ulangi Jejak Soekarno Tutup Muktamar NU

JOMBANG, Trotoar.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencatat momen bersejarah dalam perjalanan Nahdlatul Ulama (NU). Untuk pertama kalinya, seorang Presiden RI hadir dalam rangkaian pembukaan sekaligus penutupan Muktamar NU.

Prabowo menutup Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Kehadiran Prabowo sekaligus menjadi penanda kuat hubungan antara negara dan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Presiden sebelumnya telah berkomitmen untuk menghadiri penutupan Muktamar dan menunaikan janji tersebut di hadapan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Tidak hanya menghadiri penutupan, Prabowo juga menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama. KTA tersebut diserahkan langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Momen tersebut memiliki nilai sejarah tersendiri. Enam puluh empat tahun setelah Presiden Soekarno hadir dalam penutupan Muktamar NU pada masanya, Prabowo kembali hadir menutup forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Baca Juga  Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 26 Ribu KPR FLPP, Wujudkan Mimpi Rakyat Kecil Miliki Rumah Layak Huni

Kehadiran Presiden menjadi simbol penghormatan negara terhadap peran ulama dan warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan, merawat kehidupan keagamaan, serta ikut mengawal perjalanan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dinilainya berlangsung sukses, guyub, dan rukun.

Menurut Prabowo, pelaksanaan Muktamar menunjukkan bahwa perbedaan pandangan dan kompetisi yang sehat dapat berjalan berdampingan dalam sebuah organisasi besar yang memiliki puluhan juta anggota, ribuan pesantren, dan puluhan ribu kiai.

Bagi Presiden, kemampuan menjaga persatuan di tengah perbedaan tersebut merupakan kekuatan penting yang patut menjadi teladan. NU dinilai telah memperlihatkan bahwa dinamika organisasi dapat dikelola melalui semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Baca Juga  20 Ribu Kader Gerindra Akan Sambut Kedatangan Prabowo Subianto 

Ucapan selamat juga disampaikan kepada KH Miftachul Akhyar yang kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031.

Prabowo berharap kepemimpinan baru PBNU dapat terus membawa organisasi tersebut memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Menurutnya, Indonesia membutuhkan darma bakti NU dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

“Negara, bangsa, dan umat menantikan darma bakti Nahdlatul Ulama bagi Indonesia pada hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang,” demikian pesan Presiden.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi strategis NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, dan kebangsaan Indonesia. Dengan basis warga yang besar serta jaringan pesantren dan ulama yang luas, NU memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial dan memperkuat kehidupan kebangsaan.

Baca Juga  Usai Dilantik Prabowo, Andalan Hati Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Pembangunan

Penutupan Muktamar ke-35 NU kemudian ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Presiden Prabowo. Pemukulan kentongan menjadi simbol berakhirnya seluruh rangkaian Muktamar sekaligus penanda dimulainya fase baru kepemimpinan PBNU periode 2026–2031.

Momentum di Tambakberas itu pun tidak sekadar menjadi penutup forum organisasi. Kehadiran Prabowo, penerimaan KTA NU, serta pesan tentang guyub dan kerukunan menjadi bagian dari catatan sejarah hubungan panjang antara Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Enam puluh empat tahun setelah Soekarno hadir dalam penutupan Muktamar NU, Prabowo kembali berdiri di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama untuk menutup forum besar organisasi tersebut.

Dari Tambakberas, pesan yang dibawa bukan hanya tentang berakhirnya sebuah Muktamar, tetapi juga tentang pentingnya persatuan, kerukunan, dan pengabdian NU untuk perjalanan Indonesia ke depan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Oktober 2026 16:27
Jalan Samping Tol Sutami Rusak Parah, Gubernur Sulsel: Balai Jalan Segera Kerjakan Perbaikan
MAKASSAR, Trotoar.id — Kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir. Sutami, Makassar, kembali menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Aspal dan b...
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...
Metro29 Oktober 2026 15:23
Appi Benahi Sampah Makassar dari Hulu ke Hilir, TPA Ditata hingga Bank Sampah Didorong Jadi Sumber Ekonomi
MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan sampah di Kota Makassar tak cukup diselesaikan dengan mengangkut tumpukan sampah dari jalanan dan permukiman. Tanpa...
Metro29 Oktober 2026 13:13
Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, U-Ditch Segera Dipasang
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan membenahi infrast...