Dalami Dugaan Suap, KPK Panggil Ketum PPP, Eh Romi Malah Mangkir

Suriadi
Suriadi

Selasa, 21 Agustus 2018 01:10

Dalami Dugaan Suap, KPK Panggil Ketum PPP, Eh Romi Malah Mangkir
58 / 100 Skor SEO
TROTOQR.ID, MAKASSAR — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki dugaan kasus suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-2018. Bahkan KPK akan memeriksa Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan sebagai Saksi terhadap ketua umum PPP namun, Romaharmuziy mangkir dari panggilan KPK yang seharusnya hari ini di periksa atas tersangka Yaya Purnomo selaku mantan pejabat Kementerian Keuangan. Selain itu

“Memang hari ini kami agendakan pemeriksaan terhadap Romahurmuziy, sebagai saksi atas tersangka YP,” Kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 20 Agustus 2018 seperti di lansir laman CNNIndonesia.

Baca Juga  PDIP Umumkan Struktur Hasil Konferda dan Konfercab Sulsel, Usung Kolaborasi Politisi Senior dan Muda

Selain Romahurmuziy KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Bupati Labuhan Batu Utara, Khaerudinsyah, untuk tersangka yang sama.

Namun berdasarkan informasi internal DPP PPP, menyampaikan Jika Romi dipastikan tak bisa hadir dalam panggilan, dikarenakan KPK Romi dikabarkan sedang pergi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta, dalam rangka Hari Raya Iduladha 1439 Hijriah.

“Sehingga pada hari ini sudah menyampaikan surat tidak bisa hadir,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (20/8).

Baca Juga  Wow...Hakim Tipikor Jadi Tersangka Korupsi Oleh KPK

Baidowi mengakui ada surat panggilan dari penyidik KPK untuk Romi. Ia mengatakan Romi menghormati surat panggilan yang dilayangkan penyidik KPK. Namun, kata Baidowi, Romi tak memahami kasus dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018.

Pengusutan kasus dugaan Suap Perimbangan dana Desa atas OTT yang dilakukan KPK Amin di kawasan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 4 Mei 2018.

Baca Juga  KPU Sulsel dan Dinas Pendidikan Teken MoU Pemilih Pemula

Dalam operasi tersebut KPK menyita uang tunai sebesar Rp 400 juta dan bukti transfer dana sebesar Rp 100 juta kepada Amin, serta dokumen proposal dari mobilnya. Setelah menangkap Amin, KPK kemudian menangkap Yaya, serta Ahmad dan Eka di lokasi berbeda.

KPK menyangka total uang Rp500 juta yang diterima Amin adalah sebagian dari suap yang dijanjikan sebesar 7 persen dalam dua proyek di Kabupaten Sumedang bernilai Rp25 miliar.(**)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...
Metro24 Oktober 2026 16:46
Aliyah Mustika Ilham Resmikan Identitas Baru MOMTOMOMS, Dorong Perempuan Saling Menguatkan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peran komunitas pe...
Metro24 Oktober 2026 13:49
Pj Sekda Sulsel Buka Musda III Permabudhi, Perkuat Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, m...