Misna M Attas: Sulsel Harus Masuk Dalam Zona Hijau

Suriadi
Suriadi

Minggu, 23 September 2018 17:11

Ketua KPU Sulsel Misna Attas di tengah di Dpingi Anggota KPu Sulsel Debiai Informasi Uslimin saat Melakukan Rapat Pleno Penetapan DPT
Ketua KPU Sulsel Misna Attas di tengah di Dpingi Anggota KPu Sulsel Debiai Informasi Uslimin saat Melakukan Rapat Pleno Penetapan DPT
TROTOAR.ID, MAKASSAR — Dalam Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Misna M Attas berharap pada proses pemilu 2019, Sulsel dapat menjadi wilayah yamg masuk dalam zona hijau.

Deklarasinkampanye damai yang menandakan dimulainya masa kampanye Pileg dan Pilpres, menjadi ajang pendidikan politik yang diberikan kepada masyarakat

“Memnag komunikasi antara KPU dan Parpol serta peserta pemilu sangat penting, dan itu menjadi pengalaman disaat proses pilkada serentak kemarin, dan berharap agar Sulsel bukan lagi wilayah yang dikategorikan rawan dalam proses demokrasi,” Ungkap Misna Attas ketua KPU Sulsel.

Deklarasi kampanye damai yang di hadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah serta di Fort Benteng Roterdam serta Forkopimda Sulsel bersepakat mendorong tercapainya pemilu damai di Sulsel

Dimana proses tahapan kampanye yang mulai di gelar hari ini, menjadi ajang pertarungan ide dan gagasan yang ditawarkan ke masyarakat untuk membangun kepedulian masyarakat dalam pemilu 2019 mendatang.

“Kemarin itu memang Sulsel dimasukkan dalam zona merah, tapi alhamdulillah berkat sumua pihak, kita bisa mengubah semua itu menjadi zona hijau. Kita berharap juga itu terjadi dalam Pemilu 2019,” tambah mantan ketua KPU Makassar tersebut.

Sementara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyampaikan apa yang diraih di pilkada serentak 2018 menjadi prestasi yang harus dibilang dalam pemilu 2019 mendatang , tentu hal itu membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk keamanan dan seluruh element masyarakat Sulsel.

Meskipun demikian kata mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut mengatakan, jika peran serta penyelenggara juga tidak bisa lepas, termasuk menjaga netralitas dalam mengawal pemilu mendatang.

“Jangan kita mencederai hasil yang sudah didapat di Pilkada 2018. Ini karena penyelenggara bekerja secara profesional, menjunjung tinggi netralitas, pihak keamanan juga bekerja secara profesional membangun sinergi. Masyarakat kita juga sudah cerdas, tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu SARA dan hoax. Ini modal bagi kita di Sulsel.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 April 2026 23:09
Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda ...
Parlemen30 April 2026 21:16
DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyampai...
Metro30 April 2026 21:05
Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Program SEHATI ...
Metro30 April 2026 21:01
Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik deng...