TROTOAR.ID, MAKASSAR – Tak lama lagi mantan Walikota Makassar dua priode yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) akan menghirup udara segar.
Pasalnya, IAS telah dipindahkan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sukamiskin (Bandung), ke Lapas Kelas 1 A Makassar. Hal itu tentu menjadi kabar gembira bagi para Kerabat Dekatnya.

Dimana, sejak pagi tadi sejumlah kerabat mendatangi Lapas Makassar untuk dapat bertemu dengan mantan Walikota Makassar dua periode ini.
Baca Juga :
Salah satu kerabat yakni Basdir SE yang meluapkan perasaan bahagianya mendengar kabar baik tersebut. dirinya mengungkapkan, sebagai bagian dari loyalis dan simpatisan IAS ini merupakan kabar gembira. dimana sudah sejak lama mengharapkan kehadiran beliwu di tengah masyarakat Makassar.
“Tentu ini menjadi kabar bahagia bagi kami semua sebagai bagian dari simpatisan dan loyalis IAS, karena sudah sejak lama memang kami mendoakan dan mengharapkan kehadiran beliau ditengah tengah kami semua dan warga makassar pada umumnya,”ungkap Anggota DPRD Kota Makassar itu. Senin, 18/2/2019.
lebih lanjut ia mengungkapkan, jika kabar ini tentu menjadi semangat baru bagi dirinya yang sementara berjuang di Pemilu Legislatif 2019.
“Hal ini juga tentu menjadi spirit bagi kami semua, khususnya yg sementara berjuang di pemilu legislatif ini, Khususnya sy secara pribadi, “bebernya.
Disamping itu, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) merasa bersyukur dapat kembali ke Kota Makassar dan bertemu dengan keluarga sekaligus bisa lebih dekat.
“Saya syukur bisa ke Lapas Makassar, karena pertimbangan dari keluarga, bisa ketemu dan lebih dekat lagi dengan keluarga,” kata IAS saat ditemui usai dijenguk sejumlah kerabatnya.
Kendati jarak Makassar dengan Bandung tidak terlalu jauh, tetapi kata IAS, membutuhkan waktu yang cukup lama. Dan dirinya pun sudah meminta perpindahan ke Lapas Makassar sejak beberapa bulan yang lalu. “Saya memang minta 5 bulan ini pindah ke Makassar,” tambahnya.
Mantan Walikota Makassar ini juga menuturkan, jika suasana Lapas Makassar tidak asing baginya, karena sudah banyak yang mengenalnya. “Jadi saya merasa tidak asing ketika saya sudah di Lapas Makassar,” lanjutnya.
Dirinya pun akan mengajukan proses asimilasi kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk dapat bersosialisasi sebelum mneghirup udara bebas. “Saya akan mengajukan asimilasi, asimilasi itukan semua narapida bebas murni untuk bersosialiasi supaya ketika bebas. Mudah-mudahan bisa disetujui,” tutupnya.




Komentar