TROTOAR.ID, GOWA –– Penyidik Polres Gowa terus mendalami motif dari pembunuhan yang dilakukan oleh salah seorang dosen di Fakultas Olahraga Universitas Negeri Makassar (UNM) Wahyu Jayadi terhadap teman sekantornya Sitti Zulaeha Djafar.
Selain melakukan uji kejiwaan sang dosen, polisi juga mendalami jejak digital forensik melalui handphone milik tersangka dan korban yang saat ini terus didalami pihak penyidik
Baca Juga :
Bahkan polisi akan membuka data percakapan antara pelaku dan korban selatan ini, meskipun dalam keterangannya, jika korban di habisi tersangka dikarenakan korban terlalu dalam mencapuri urusan pribadi keluarga pelaku yang juga tetangga rumahnya.
“Kita terus mendalami motifnya termasuk menguji kejiwaan pelaku dan menjajaki digital foreknsi, untuk mencari tahu percakapan pelaku dan korban,” ungkap AKP Tambunan Humas Polres Gowa via telepon selulernya Selasa (26/3).
Dimana pihak kepolisian juga telah melakukan test kejiwaan tersangka hari ini dan itu dilakukan di RS Bhayangkara Makassar hari ini, guna mengetahui kejiwaan ppelak.
Bahkan uji forensik digital kata Tambunan juga akan membuka data-data percakapan, tujuannya untuk mendalami motif pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap wanita beranak tiga tersebut
“Kita akan buka data percakapan korban dan tersangka, hal itu untuk mendalami apa motif di balik tersangka tega menghabisi nyawa korban, ” Tegas AKP Tambunan.
Meskipun berdasarkan pengakuan tersangka, jika korban jiwa gin terlalu mencampuri urusan pribadinya, polisi tidak serta merta mempercayai hal tersebut dan akan mendalami melalui percakapan keduanya yang ada di handpone milik korban dan pelaku
Sebelumnya, di hasil pemeriksaan tersangka, kalau motifnya habisi nyawa Sitti Zulaeha Djafar hanya karena emosi dan tersinggung terhadap korban yang menurutnya terlalu jauh mencampuri urusan pribadinya. Pemeriksaan kejiwaan pelaku berlangsung kurang lebih 2,5 jam di lantai 3 gedung UGD RS Bhayangkara.
“Pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan oleh dua orang psikiater. Mengenai hasil pemeriksaan, kira-kita tiga harinya mendatang baru keluar,” kata Tambunan




Komentar