Dua Pekan Terkahir, KPK Ciduk Elite Parpol Pengusung Jokowi-Amin

Suriadi
Suriadi

Jumat, 29 Maret 2019 00:15

Gedung KPK/TROTOAR
Gedung KPK/TROTOAR

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Satu persatu kader partai pengisung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kurung waktu sebulan berakhir.

Belum tuntas masalah dugaan korupsi ketua Partai Persatuan Pembangunan (KPK) Romahurmuziy dalam dugaan suap jika beli jabatan pada kementriannAgama, kini KPK kembali menciduk politisi partai Golkar Bowo Sidik Pangarso yang diduga terlibat dalam kasus korupsi distribusi pupuk .

Parahnya lagi penangkapan dua politisi partai pengusung Jokowi-Amin mendekati tahapan pemilihan umum calon Presiden dan Wakil Presiden sehingga hal itu memiliki pengaruh besar akan tingkat keterpilihan Jokowi – Aminn pada pada pemilu mendatang

Peneliti Muda, lingkar Muda Indonesia (LMI) meyebutkan jika peristiwa tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan pada elektabilitas pasangan capres nomor urut 02, akan tetapi hal itu akan memganggu konsentrasi parpol itu sendiri.

“Memang pengaruhnya kecil jika dikaitkan dengan pasangan capres, namun hal tersebut akan menganggu konsentrasi partai yang berjuang terus meningkatkan elektabilitas pada pemilu 17 April, ” Kata Suriafm

Apalagi kata dia, peristiwa yang cukup menarik perhatian publik tersebut terjadi jelang hari pencoblosan, sehingga mau tak mau akan terjadi migrasi pemilih akan terjadi.

Meskipun secara tegas partai politik kedua kader tersebut telah memberhentikan dirinya dan tidak memberikan bantuan hukum kepada kadernya, tidak akan merubah image partai.

Bahkan jabatan yang disandang Bowo sebagai ketua Bappilu DPP Golkar Bidang Pemenangan Pemilu wilayah Ini telah di tarik oleh DPP Partai Golkar, hingga dengan tegas Partai Golkar tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Bowo yang tertangkap Tangan oleh KPK.

Partai Golkar malam tadi secara resmi memecat Bowo Sidik Pangarso, dari jabatannya, Bowo juga diberhentikan dari jabatan lainnya yang berkaitan dengan Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengungkapkan bahwa seusai Partai Golkar mengetahui jika Bowo terkena OTT oleh KPK, Partai Golkar langsung mengambil sikap untuk segera memecatnya. Sikap tegas Partai Golkar itu dilakukan sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

“Untuk memberhentikan saudara Bowo Sidik Pangarso sebagai Pengurus DPP Partai Golkar sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I dan jabatan lainnya yang terkait Partai Golkar,” kata Lodewijk saat konferensi pers di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Kamis (28/3/2019) dikutip suara.com

Di samping itu, Lodewijk mewakili suara partai sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Bowo. Padahal seluruh kader Golkar sudah diperingati oleh Ketua Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng melalui surat edaran untuk tidak melakukam tindakan korupsi. Surat itu juga diketahui oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto dan juga Sekjen Golkar Lodewijk.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro10 Juli 2026 23:53
PEMKOT MAKASSAR PERKUAT SINERGI TPAKD, PERLUAS AKSES PEMBIAYAAN PRODUKTIF BAGI UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat sinergi lintas sektor guna men...
Metro10 Juli 2026 23:51
MAKASSAR JADI RUJUKAN NASIONAL, PEKANBARU BELAJAR LANGSUNG INOVASI PEMERINTAHAN DI ERA APPI
Makassar, Trotoar.id — Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, Kota Makassar kian mengukuhkan diri sebagai daerah rujukan nasional dalam ...
Hukum10 Juli 2026 23:34
Mantan Bupati Gowa Laporkan Mantan Istri ke Polda Sulsel 
MAKASSAR, Trotoar.id — Mantan suami Bupati Gowa, Muhammad Chaerul Aco, resmi melaporkan mantan istrinya bersama dua orang lainnya ke Polda Sulawesi ...
Metro10 Juli 2026 16:00
Aliyah Mustika Ilham Terima Tiga Kepala Daerah, Bahas Kolaborasi UMKM hingga Pengentasan Kemiskinan
Makassar, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi tiga kepala daerah, yakni Bupati ...