Tak Terima Ditegur Sang Ayah, Putri Dibantu Sepupu Habis Nyawa Ayahnya.

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 08 Juni 2019 09:08

Tak Terima Ditegur Sang Ayah, Putri Dibantu Sepupu Habis Nyawa Ayahnya.

Akhirnya sang anak yang tidak menerima dengan teguran sang ayah dibalas sang anak dengan kalimat kasar, yang memancing osi snag ayah yang bekerja sebagai sopir ambulans dan memghampiri Nia, namun Nia langsung memegang baju korban.

Arma yang melihat pekelahaian anak dan ayah bukannya melerai, justru ikut memukul pamannya sendiri dengan menggunakan hlem berkali-kali hingga korban tersungkur tak berdaya.

Mendengar keributan, anak korban lainnya, Dea, langsung memanggil ibunya (istri korban), Hariyani, yang saat itu berada didalam rumah.

“Keributan lalu dilerai istri korban. Korban pun dibawa menjauh dari para tersangka. Namun baru tiga langkah, korban langsung ambruk,” bebernya.

Diduga ketika ambruk, wajah Darmansyah membentur aspal. Sayang, saat melihat ayahnya ambruk, para tersangka tidak ikut menolong. Bahkan, keduanya memberikan kalimat “mampus kamu”. Ini terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka di Mapolsek Balikpapan Utara.

Korban lantas ditolong anak lelakinya, Ahmad Maulana, yang saat kejadian sedang menjaga parkir di pasar Ramadan, tak jauh dari lokasi kejadian.

“Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan untuk mendapat pertolongan. Namun tak lama, korban dinyatakan telah meninggal,” ujar Wiyono.dikutip jppn.com

Di hadapan awak media, para tersangka mengakui perbuatannya. Arma, yang diduga berperan memukul kepala korban menggunakan helm hanya bisa menangis menyesali perbuatannya

Sementara itu, Nia menjelaskan, keributan yang merenggut nyawa ayahnya itu merupakan puncak kekesalan Nia mengenai harta warisan berupa sertifikat rumah.

“Dari dulu tidak pernah akur. Saya juga bukan dia (korban) yang rawat dari kecil. Gara-gara sertifikat rumah yang ada di notaris mau diambil sama dia (korban),” ungkap Nia.

Perempuan berbadan gemuk itu berkilah sebagai yang pertama kali memulai keributan. Sang ayah dituding yang hendak memukulnya. Meski tidak kena, dia membalas dengan memukul ayahnya. Baik menggunakan tangan kosong hingga memakai helm dibantu Arma.

“Bapak duluan yang mau mukul saya. Saya pukul sekali kena kepala pakai helm, dia pukul saya,” ujarnya.

Kduanya pun kini dijerat pasal 170 Ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, hingga kedua tersangka tersebut kini.asih menjalani pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro30 April 2026 14:27
Munafri Tinjau Urban Farming di Tamalate dan Wajo, Dorong Kemandirian Pangan Warga
MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus mendorong penguatan program urban farming sebagai solusi inovatif di tengah keterbatasan lah...
Nasional30 April 2026 14:21
Tiga WNI Yang Menggunakan Rompi Petugas Haji Diamankan Aparat Arab Saudi
Makassar, Trotoar.id — Tiga warga negara Indonesia (WNI) diamankan aparat kepolisian Arab Saudi setelah diduga terlibat dalam praktik promosi layana...
Daerah29 April 2026 22:20
Sekda Sidrap Sampaikan Aspirasi Penataan HGU di Rakor Pencegahan Korupsi
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Rahmat Saleh, mewakili Bupati Sidrap, menyampaikan aspirasi stra...
Daerah29 April 2026 22:18
Sekda Sidrap Pantau Seleksi Terbuka JPTP, Ketua DPRD Ikut Awasi Proses
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Rahmat Saleh, memantau langsung pelaksanaan seleksi terbuka peng...