Tak Terima Ditegur Sang Ayah, Putri Dibantu Sepupu Habis Nyawa Ayahnya.

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 08 Juni 2019 09:08

Tak Terima Ditegur Sang Ayah, Putri Dibantu Sepupu Habis Nyawa Ayahnya.

Akhirnya sang anak yang tidak menerima dengan teguran sang ayah dibalas sang anak dengan kalimat kasar, yang memancing osi snag ayah yang bekerja sebagai sopir ambulans dan memghampiri Nia, namun Nia langsung memegang baju korban.

Arma yang melihat pekelahaian anak dan ayah bukannya melerai, justru ikut memukul pamannya sendiri dengan menggunakan hlem berkali-kali hingga korban tersungkur tak berdaya.

Mendengar keributan, anak korban lainnya, Dea, langsung memanggil ibunya (istri korban), Hariyani, yang saat itu berada didalam rumah.

“Keributan lalu dilerai istri korban. Korban pun dibawa menjauh dari para tersangka. Namun baru tiga langkah, korban langsung ambruk,” bebernya.

Baca Juga  Bertambah, Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Pembakaran DPRD Sulsel dan DPRD Makassar

Diduga ketika ambruk, wajah Darmansyah membentur aspal. Sayang, saat melihat ayahnya ambruk, para tersangka tidak ikut menolong. Bahkan, keduanya memberikan kalimat “mampus kamu”. Ini terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka di Mapolsek Balikpapan Utara.

Korban lantas ditolong anak lelakinya, Ahmad Maulana, yang saat kejadian sedang menjaga parkir di pasar Ramadan, tak jauh dari lokasi kejadian.

“Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan untuk mendapat pertolongan. Namun tak lama, korban dinyatakan telah meninggal,” ujar Wiyono.dikutip jppn.com

Baca Juga  Dibangunkan Salat Asar Oleh Ayah, Seotang Perawat Tikam Ayah Hingga Tewas

Di hadapan awak media, para tersangka mengakui perbuatannya. Arma, yang diduga berperan memukul kepala korban menggunakan helm hanya bisa menangis menyesali perbuatannya

Sementara itu, Nia menjelaskan, keributan yang merenggut nyawa ayahnya itu merupakan puncak kekesalan Nia mengenai harta warisan berupa sertifikat rumah.

“Dari dulu tidak pernah akur. Saya juga bukan dia (korban) yang rawat dari kecil. Gara-gara sertifikat rumah yang ada di notaris mau diambil sama dia (korban),” ungkap Nia.

Baca Juga  Kekar Jen Tang, Kejati Sulselbar Bentuk Tim Khusus

Perempuan berbadan gemuk itu berkilah sebagai yang pertama kali memulai keributan. Sang ayah dituding yang hendak memukulnya. Meski tidak kena, dia membalas dengan memukul ayahnya. Baik menggunakan tangan kosong hingga memakai helm dibantu Arma.

“Bapak duluan yang mau mukul saya. Saya pukul sekali kena kepala pakai helm, dia pukul saya,” ujarnya.

Kduanya pun kini dijerat pasal 170 Ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, hingga kedua tersangka tersebut kini.asih menjalani pemeriksaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Oktober 2026 14:12
Jelang HUT NasDem, Kader DPW dan GPND Sulsel Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan ...
Politik30 Oktober 2026 13:06
Panggung Musda Golkar Gowa Mulai Terbuka, Lukman B Kady Dijadwalkan Kembalikan Formulir
GOWA, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa mulai memasuki fase krusial. Penjaringan bakal calon resmi dibuka, seme...
Metro29 Oktober 2026 16:27
Jalan Samping Tol Sutami Rusak Parah, Gubernur Sulsel: Balai Jalan Segera Kerjakan Perbaikan
MAKASSAR, Trotoar.id — Kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir. Sutami, Makassar, kembali menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Aspal dan b...
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...