MA Pangkas Masa Hukuman Idrus Marham Menjadi 2 Tahun

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 03 Desember 2019 15:21

MA Pangkas Masa Hukuman Idrus Marham Menjadi 2 Tahun

TROTOAR. ID, JAKARTA — Mahkamah Agung RI mengabulkan kasasi yang diajukan Kuasa Hukum Mantan Menteri Idrus Marham dengan memotong masa tahanan dari lima tahun menjadi dua tahun.

Keputusan tersebut berdasarkan pada keputusan tiga hakim agung yang dipimpin langsung oleh Suhadi sebagai ketua majelis hakim agung dengan anggota Krisna Harahap dan Prof Abdul Latief. 

“Kabul” Seperti tertulis dalam website Resmi Mahkamah Agung 

Dalam putusan kasasi tersebut, hakim MA berpendapat jika Idrus Marham tidak terlibat berperan sebagai penentu  dalam proyek yang di lobi-lobi oleh Johanes Budisutrisno Kotjo dan Eni Saragih.

Sebelumnya pada kasus tersebut majelis hakim menjatuhkan hukuman 4,5 tahun penjara kepada Kotjo dan een tahun penjara kepada Edi Saragih, sementara mantan direktur PLN di bisnis bebas oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...
Parlemen28 Oktober 2026 20:49
Perjuangkan Hak Daerah atas Keuntungan Tambang, Pansus DPRD Sulsel Temui Kementerian ESDM
JAKARTA, Trotoar.id — Sulawesi Selatan tidak boleh hanya menjadi wilayah eksploitasi sumber daya alam tanpa memperoleh manfaat yang optimal bagi pem...
Metro28 Oktober 2026 20:34
Naoemi Octarina Dukung Sekolah Rakyat, Perkuat Akses Pendidikan dan Masa Depan Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai ketimpangan sosial dan membuka peluang masa depan yang lebih ba...
Daerah28 Oktober 2026 17:08
Barru Bidik Investasi Rp1,7 Triliun, Sekda Teken LoI Pembangunan Pabrik Bawang Putih
MAKASSAR, Trotoar.id — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, membidik peluang investasi senilai Rp1,7 triliun melalui rencana pembangunan pabrik pengol...