TROTOAR.ID, MAKASSAR — Konsistensi Partai Golkar mengusung kadernya maju dipilkada Kabupaten/Kota di Sulsel bukan cuma omongan belaka, hingga pada rapat koordinasi bersama deks pilkada DPP Golkar memutuskan mengusung 10 kader yang maju bertarung dipilkada september mendatang.
Sikap partai golkar mengusung kader dipilkada serentak tahun ini tidak lepas dari campur tangan ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid yang selalu mendorong dan menginginkan partai Golkar mengusung kader maju bertarung di Pilkada seretak.
Wakil ketua DPD I Golkar Sulsel Risman Pasigai menyebutkan, ke 10 kader yang diputuskan oleh DPP dalam Rakor kemarin merupakan kader partai Golkar, dan ini juga tidak lepas dari keinginan DPD I untuk mendorong kader bertarung di pilkada.
Baca Juga :
“iya 10 yang ditetapkan DPP semuanya kader Golkar dan ini tidak lepas dari campur tangan pak NH sebagai ketua DPD I dan wakil ketua umum DPP Golkar,” kata Risman Pasigai.
Meskipun tidak semua kader Golkar di putuskan maju sebagai bakal calon kepala daerah, Golkar juga mendorong kadernya untuk maju sebagai bakal calon wakil kepala daerah.
Ditambahkan, Partai Golkar juga tidak akan membiarkan kadernya bekerja sendiri, khususnya dalam membangun komunikasi politik bersama partai lain guna mewujudkan koalisi.
“Tidak Mungkinlah kami mebiarkan kader kami jalan sendiri, kami di DPD I Sulsel dan DPP juga akan membangun komunikasi denganaprpollain untuk mewujudkan koalisi bersama dipilkada,” jelasnya
Apalagi lanjut Risman sudah ada beberapa daerah di Sulsel yang menggelar pilkada, telah menjalin koalisi bersama dengan partai lain seperti di Soppeng, Toraja, Selayar, dan beberapa daerah lainnya telah membangun koalisi bersama dengan partai lain.
Diketahui jika 10 kader yang ditetapkan PArtai Golkar diusung di pilakda serentak yakni, Jamaluddin M Syamsir (Bulukumba) Basli ALi-Saiful Arif (Selayar) Indah Putri Indriyani (Lutra) Thorik Husler (Lutim) Andi Kaswadi Razak-Lutfi Halide (Soopeng) Malkan Amin-Andi Slaahuddin Bau Roum (Barru) Tajerimin (Maros) Yohannis Bassang (Toraja Utara) Ilham Zainuddin-Rismayani (Pangkep) (***)




Komentar