

Menjadikan Pemuda yang Responsif
KNPI dibawa kendali Arham Basmin telah memikirkan ancaman usia produktif dan berbagai solusinya. Salah satu yang telah diantsipasi negara ikut dalam rumusan KNPI Sulsel, yakni Bonus Demografi dan ancaman teknologi 4.0.
Hal yang paling penting menurut Arham adalah menemukan potensi baru yang bisa dikelola pemuda. Selain itu, membentuk karakter pemuda melalui gerakan open midset agar menjadi generasi yang responsif.

“Kita tau angka penduduk kita di Sulsel saat ini mecapai 9 juta lebih, 26% terdiri dari pemuda. 5 tahun kedepan bisa saja naik menjadi 50%. Kita ingin berbagi kesadaraan dengan pemuda-pemuda ini agar menjadi pemuda yang lebih responsif. kalau ini tidak kita lakukan secara maksimal, bonus demografi ini bisa jadi bencana,” kata Arham.
- Menghargai Perbedaan*
Sejak menjadi Ketua KNPI, Bung Arham tidak ingin menhabiskan energi hanya ikut terjebak pada konflik issu dan wacana. Ia langsung melakukan konsolidasi internal untuk menghindari adanya aktivitas yang kurang produktif. Arham mengoptimalkan program-program yang akan disusun di Rakerda pasca pelantikan. Setelah itu langsung menyusun program strategis yang melibatkan generasi muda.
Tak penting bagi Arham memperdebatkan perbedaan. Selama tidak saling mengganggu, maka semua mestinya berjalan dengan baik.
“Kami sebenarnya hampir mencoba menghargai perbedaan, sebab itu rahmat. ketika teman-teman memakai baju yang sama melakukan agenda di daerah lain . Kami merasa tidak terganggu,” ungkap Arham.

Yang paling penting, kata dia, semua harua berjalan dan bergerak untuk kepentingan pemuda dan masyarakat umum. Tak saling mengusik dan tetap saling menghargai.
“Intinya jangan saling usik, kita coba membangun kesamaan. kalau mereka mau kegiatan di daerah A maka kami kami bikin di daerah B,” tandasnya. (**)


Komentar