TROTOAR.ID, MAKASSAR — Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menyebutkan bahwa tanah air akan kedatangan pekerja migran pada Mei 2020 ini. Kurang lebih 34 ribu pekerja akan pulang ke Indonesia di tengah wabah Covid-19 atau virus korona.
Terkait hal tersebut, Anggota Komis V DPR RI Fraksi PPP, Muhammad Aras menyarankan agar pemerintah di setiap tingkatan bisa bekerjasama dengan baik. Mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan dan desa.
“Kami mengimbau pemerintah pusat dan daerah melakukan kerjasama untuk mengantisipasi datangnya 34 ribu pekerja migran dengan melakukan pendataan yang tepat,” kata Aras, Senin (11/5) kemarin.
Baca Juga :
Dari data tersebut lanjut Aras, pemerintah daerah hingga pemerintah desa harus mengawasi siapa saja warganya yang jadi pekerja migran dan akan pulang ke Indonesia. Selanjutnya pekerja migran tersebut harus diantisipasi dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat.
“Jadi jangan sampai ada pekerja migran yang pulang ke Indonesia tanpa pemeriksaan dan proses karantina. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia,” ujarnya.
Ketua DPW PPP Sulsel ini menambahkan, pemeriksaan kesehatan juga harus diberlakukan dimulai dari bandara kedatangan. Oleh karena itu, pihaknya meminta Kementrian Perhububungan untuk menyiapkan alat-alat pengecekan kesehatan di bandara.
“Di samping itu, pemerintah desa juga harus menyiapkan tempat karantina bagi pekerja migran yang pulang ke desanya masing-masing. Ini dilakukan sebagai langkah pencegahan memutus mata rantai Covid-19,” tutupnya.




Komentar