Nurdin Abdullah Halal Bihalal Virtual Bersama Alumni Jepang

Suriadi
Suriadi

Kamis, 04 Juni 2020 19:53

Nurdin Abdullah Halal Bihalal Virtual Bersama Alumni Jepang

TROTOAR.ID, MAKASSAR, — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, mengikuti halal bihalal Perhimpunan Alumni Dari Jepang (Persada) Sulsel, Rabu malam, 3 Juni 2020.

Alumni program doktoral S3 Kyushu University Jepang dan juga Ketua Persada Sulsel Periode 2020-2024 menghadiri silaturahmi dalam bentuk virtual. Hadir juga ustadz Das’ad Latief memberikan tauziah. Di Sulsel, terdapat 270 anggota.

“Kami menyampaikan terima kasih seluruh anggota Persada yang ikut halal bihalal malam ini. Dalam kondisi pandemi Covid-19, tentu kita tidak bisa bersama-sama melaksanakan halal bihalal kecuali melalui virtual ini,” kata Nurdin Abdullah.

Baca Juga  Perkuat Sinergi Forkopimda, Pj Gubernur Prof. Fadjry Djufry Kunjungi Mako Divif 3 Kostrad di Gowa

Pada pandemi Covid-19 ini, kata Nurdin Abdullah, merupakan pengalaman pertama, dan merasakan betul kondisi dunia betapa pandemi ini tidak hanya menggerogoti kesehatan tetapi juga ekonomi. Momentum halal bihalal merupakan momentum saling menguatkan, menopang dan bersatu padu untuk menghadapi masa sulit.

Anggota Persada memiliki profesi yang berbeda-beda, termasuk yang memiliki profesi di bidang kesehatan. Mereka telah berbuat banyak dalam menolong penanganan Covid-19 ini.

“Saya sangat berharap, bahwa kontribusi kita dalam rangka mendukung pemutusan Covid-19 ini, mudah-mudahan Persada bisa mengambil peran. Saya memohon dengan sangat kita bersatu padu dan bergotong royong,” terangnya.

Baca Juga  Istri Nurdin Abdullah Serahkan Bantuan ke Warga Untia

Termasuk dalam bidang ekonomi, di Sulsel sendiri, akibat pandemi Covid-19, setidaknya terdapat warga yang masuk dalam kelas kemiskinan baru sekira 25 ribu orang.

Sementara, Das’ad Latief dalam pesan tauziahnya mengingatkan agar tidak berlaku sombong, dan menghadiri halal bihalal merupakan bentuk silaturahmi. Ia kemudian memaparkan hal-hal penyebab datangnya sikap sombong, yang bisa hadir dalam diri seseorang, termasuk dalam diri pejabat atau seorang ilmuan. Diantaranya, bertambahnya ilmu dan tidak menerima perbedaan pendapat atas perbedaan.

Baca Juga  Pendaftaran Peserta Calon Anggota Komisi Informasi Sulsel Dibuka

“Termasuk masih muda misalnya, belum umur 40 tahun sudah jadi professor. Teman kuliahnya di Jepang sudah mulai dicuekin, padahal dulu sama-sama makan mi instan. Merasa punya ilmu cepat melaju, akhirnya kawan kita menjauh,” tuturnya.

Hal lainnya yaitu sombong karena pangkat dan jabatan dan harta. “Makanya, tidak boleh orang sombong karena sesuatu, karena pangkat, jabatan dan harta. Karena sombong sangat dibenci oleh Allah SWT,” pesannya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Oktober 2026 16:27
Jalan Samping Tol Sutami Rusak Parah, Gubernur Sulsel: Balai Jalan Segera Kerjakan Perbaikan
MAKASSAR, Trotoar.id — Kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir. Sutami, Makassar, kembali menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Aspal dan b...
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...
Metro29 Oktober 2026 15:23
Appi Benahi Sampah Makassar dari Hulu ke Hilir, TPA Ditata hingga Bank Sampah Didorong Jadi Sumber Ekonomi
MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan sampah di Kota Makassar tak cukup diselesaikan dengan mengangkut tumpukan sampah dari jalanan dan permukiman. Tanpa...
Metro29 Oktober 2026 13:13
Respons Aspirasi Warga, Pemkot Makassar Benahi Jalan dan Drainase Pongtiku, U-Ditch Segera Dipasang
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan membenahi infrast...