Banyak Kepala Daerah Ditangkap, Tito Usulkan Pilkada Asimetris

Suriadi
Suriadi

Sabtu, 20 Juni 2020 19:23

Banyak Kepala Daerah Ditangkap, Tito Usulkan Pilkada Asimetris

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Menteri dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan untuk setiap calon kepala daerah harus menyiapkan anggaran Puluhan Miliar untuk dapat terpilih pada pemilihan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. 

Hingga tak heran jika banyak kepala daerah tersandung kasus korupsi dikarenakan mereka ingin mengembalikan dana yang keluar saat mengikuti proses Pilkada serentak 

Bahkan untuk calon kepala daerah ditingkat Kabupaten saja membutuhkan anggaran berkisar Rp 30 miliar bahkan bisa lebih belum untuk calon Walikota dan Gubernur itu jelas lebih besar lagi 

Baca Juga  Mengawali Resesnya, Anggota DPR RI Andi Rio dan Supriansa Silaturahmi dengan Kapolda Sulsel

“Akar masalah korupsi di daerah. Kita harus lihat Pilkada itu seorang ini jadi calon bukan tanpa modal. Pasti keluarkan biaya paling tidak yang resmi-resmi, biaya timses, kampanye apalagi mohon maaf mungkin ada yang transaksional katakanlah. Bupati ada yang (keluar) Rp 20 miliar sampai 30 miliar, gubernur lebih tinggi lagi,” jelasnya dikutip kumparan.com

Baca Juga  DP Tinggalkan Zunnun, Golkar Kita Akan Evaluasi Dukungan

Hingga dikatakan jika dirinya tidak heran jika mana lembaga hukum menangkap seorang kepala daerah dalam kasus dugaan korupsi, dan hal itu kata dia sudah bukan lagi menjadi rahasia. 

Hingga pihak mendagri mendorong pelaksanaan pilkada serentak dapat digelar secara asimetris atau tak dilaksanakan secara langsung sepenuhnya.

Mengingat Pilkada serentak memiliki dampak negatif yang cukup besar pada masyarakat, seperti terjadinya manipulasi sistem Politik uang hingga tindak pidana korupsi. .

Baca Juga  Pertahankan Lahan, Warga di serang Gunakan Batu dan Anak Panah

“Yang kita laksanakan yang langsung ada aspek positif dan negatif. Yang positif ada pemimpin baru, ada calon perorangan, ada legitimiasi yang kuat karena dipilih rakyat. Sisi negatifnya juga ada pertama manipulasi demokrasi dengan sistem pemilu langsung diterpakan ke masyarakat yang masih berbentuk piramida,” kata Tito salam diskusi virtual, Sabtu (20/6)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen28 Oktober 2026 20:49
Perjuangkan Hak Daerah atas Keuntungan Tambang, Pansus DPRD Sulsel Temui Kementerian ESDM
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Sulawesi Selatan tidak boleh hanya menjadi wilayah eksploitasi sumber daya alam ...
Metro28 Oktober 2026 20:34
Naoemi Octarina Dukung Sekolah Rakyat, Perkuat Akses Pendidikan dan Masa Depan Anak
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai ketimpangan sosial...
Daerah28 Oktober 2026 17:08
Barru Bidik Investasi Rp1,7 Triliun, Sekda Teken LoI Pembangunan Pabrik Bawang Putih
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, membidik peluang investasi senilai Rp1,7 tri...
Metro28 Oktober 2026 16:27
Darmawangsyah Muin Resmi Jadi Bupati Gowa Definitif, Tantangan Pembangunan Menanti
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan pemerintahan Kabupaten Gowa memasuki babak baru. Darmawangsyah Muin...