Makassar,Trotoar.id — Puluhan pemuda yang mengatasnamakan diri Aliansi Selamatakan Pesisir (ASP) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar pada Senin, (31/8) siang ini.
Sekitar pukul 10.59 Wita telihat para pengunjuk rasa tengah membentangkan spanduk “Bebaskan Pak Manre’, Cabut Izin Tambang Pasir dan Hentikan Reklamasi Makassar New Port”.
Salah satu orator mengatakan bahwa nelayan Kodingareng harus mendapatkan keadilan sebab hal tersebut adalah hak tiap warga negara yang wajib dihormati dan dipenuhi.
Baca Juga :
“Bebaskan Pak Manre’ dan Pak Saharuddin sekarang juga. Pak Manre’ dan Pak Saharuddin bukan kriminal. Bebaskan semua nelayan Kodingareng yang ditangkap,” teriak salah satu pendemo.
Ia menambahkan, nasib saat ini sangat terancam atas adanya tambang pasir laut dan reklamasi, sementara jika nelayan melakukan protes maka dikriminalisasi.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat tak memiliki itikad baik dalam memberikan kesejahteraan hidup. Kami menuntut dan mendesak Gubernur Sulsel agar mencabut Perda tengang Rencana Zona Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZP3K),” kata dia dalam orasinya.
Para pemuda ini juga mendesak Pemprov Sulsel agar wilayah pesisir dan laut Makassar diperbaiki kembali demi menjaga kelestarian hidup, lanjutnya.
Di samping itu, pintu gerbang kantor Gubernur Sulsel tempaknya terkunci rapat-rapat, sementara pihak kemanan tengah berjaga-jaga di di sekitaran pendemo. (Alam)



Komentar