Puluhan Mahasiswa Sinjai Demo di Kejati Sulsel Minta Kasi Intel Kejari Sinjai Dicopot

TROTOAR.ID, MAKASSAR– Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sinjai menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makasaar, Kamis, (17/9).

Mereka meminta agar Kepal Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai Dicopot, “Usut tuntas kasus pemerasan oleh oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri Sinjai. Dan kembalikan uang rakyat,” kata Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa Sinjai, Wawan saat ditemui oleh Jurnalis Trotoar di Fly Over depan Kejati Sulsel.

Menurut Wawan, Kejari Sinjai adalah istansi yang berfungsi sebegai penegak hukum dan memberi perlindungan hukum bagi masyarakat.

Hal ini berawal pada tahun 2019 dari kasus proyek Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), dikerjakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran senilai Rp3,5 miliar itu bermasalah sehingga ditangani oleh Kejari Sinjai.

“Dilaporkan oleh masyarakat. Ada oknum ASN dari PUPR Sinjai yang diduga meminta uang sebesar Rp350 juta kepada Kordinator BKM yang kemudian diberikan kepada oknum Jaksa Kejari Sinjai sebagai pelicin kasus. Ini melanggar KUHP Pasal 368 dan Pasal 369,” jelas putra daerah Sinjai ini.

Olehnya itu, Putra Wawan mengklaim bahwa hal ini adalah bentuk pemerasan yang dipertontonkan oleh oknum jaksa.

“Mencoreng nama baik Kejari Sinjai,” tegasnya.

Ditanggapi oleh Tim Intelijen Kejati Sulsel, Irwan Somba, SH. Ia mengaku akan meneruskan laporan tersebut ke bagian pemeriksaan.

“Atas adanya laporan Pungli yang dilakukan oleh oknum Kejari Sinjai. Kami ada pemeriksa intern yaitu pengawasan, dan ini akan kami teruskan ke Bidang Pengawasan untuk merekomendasikan untuk mencari informasi tentang adanya dugaan yang terjadi di Sinjai,” kuncinya.

Leave a Reply