Tinjau Proyek Bendung Irigasi di Bone, DPRD: Pemindahan Lokasi Proyek Bukan Atas Dasar Teknis

Suriadi
Suriadi

Rabu, 21 Oktober 2020 19:25

Tinjau Proyek Bendung Irigasi di Bone, DPRD: Pemindahan Lokasi Proyek Bukan Atas Dasar Teknis

TROTOAR. ID, MAKASSAR — Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan meninjau langsung lokasi pembangunan bendung irigasi lalengrie di Kabupaten Bone 

Namun saat sampai di lokasi, anggota DPRD yang berasal dari Komisi A dan D di kagetkan dengan adanya pemindahan lokasi dari desa Lelengrie ke Duapoccoe, tanpa adanya koordinasi dan alasan teknis yang dilalukan dalam pemindahan lokasi. 

“Kami sudah meninjau lokasi pembangunan bendung Lelengrie, tapi kami dikagetkan, sebab pembangunan bendung irigasi tersebut dipindahkan secara sepihak oleh PUTR, ” Katanya

Baca Juga  Empat Cakada Ini Hampir Pasti di Usung PDIP

Sebab dalam, pembahasan penganggaran di banggar, ditegaskan bendungan irigadi di bangun di lokasi dusun Lelengrie bukan duapoccoe 

Sehingga DPRD menilai, PUTR bersama Kontraktor diduga telah melakukan manipulasi untuk mendapatkan keuntungan besar dalam pembangunan proyek irigasi tersebut. 

Belum lagi pihak Teknis PUTR tidak dapat menjelaskan secara teknis dilakukan pemindahan, bahkan menyebutkan pemindahan dilakukan lantaran adanya permintaan oknum tertentu 

Baca Juga  PKB Dorong 16 Rekomendasi ke Bupati Bulukumba, Ini Poin-poinnya

“Masa pemindahan lokasi pembangunan Bendung irigasi dilakukan bukan berdasar kajian teknis, melainkan cuma karena adanya permintaan oknum-oknum tertentu,” Tegasnya 

Dijelaskan Bendung Irigasi Lelengrie telah dialokasikan menggunakan APBD Sebesar Rp22.4 miliar dan juga mendapat alokasi dana bantuan melalui dana pinjaman sebesar Rp65. 8 miliar. 

Dimana pemindahan lokasi proyek Bendung irigasi juga dianggap tidak masuk akal, sebab lokasi pembangunan proyek Bendung di desa Lelengrie akan memberikan dampak besar bagi masyarakat di dusun Lelengrie karena di dusun tersebut terdapat sejumlah area persawahan dan perkebunan rakyat

Baca Juga  Jadi Sasaran Fitnah, Pengamat Sebut Ada yang Panik “Berhadapan” Danny-Fatma

Belum lagi masyarakat Lelengrie telah sepakat tidak meminta gantirugi lahan untuk pembangunan Bendung irigasi tersebut  apalagi Lelengrie berada lebih tinggi  ketimbang duapoccoe

Dia pun juga berharap agar persoalan tersebut tidak berdampak pada konsekwensi hukum, sebab bagaimanapun DPRD sebagai lembaga Pengawasan dan penganggaran tidak akan bertanggung jawab jika proyek tersebut (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...