Berikut Arti Intelegencia Artificial, Istilah yang Dipopulerkan Irman YL Saat Debat Kandidat

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 09 November 2020 19:01

Pasangan Calon Wali Kota Makassar
Pasangan Calon Wali Kota Makassar

TROTOAR.ID, MAKASSAR – Calon Wali Kota Makassar, Irman “None” Yasin Limpo, berkali-kali menyebut intelegencia artificial, saat debat kandidat yang dilaksanakan di Jakarta, akhir pekan lalu. Utamanya saat membahas mengenai transportasi dan juga lingkungan. Lalu, apa arti sebenarnya dari intelegencia artificial?

Dilansir dari Wikipedia, intelegencia artificial atau kecerdasan buatan, adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah. Andreas Kaplan dam Michael Haenlin, mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel.

Cara kerja dari artificial intelligence ini adalah dengan menggabungkan sejumlah data yang terbilang cukup besar, dengan proses yang terbilang cepat, berulang serta memiliki algoritma yang cerdas.
Hal itu akan memungkinkan sebuah perangkat lunak dapat belajar dengan otomatis pada suatu pola/fitur yang ada di dalam suatu data.

Sebelumnya, saat debat kandidat Pilwali Makassar, Irman Yasin Limpo, mengatakan, melalui penggunaan artificial intelegencia, pemerintah bisa mengukur rasio jalan dan jumlah kendaraan. Titik-titik kemacetan juga bisa dipantau, sehingga bisa cepat dilakukan pengalihan atau rekayasa lalu lintas.

“Melalui penggunaan artificial intelegencia, kita bisa memecahkan masalah transportasi,” kata None, sapaan akrabnya.

Ia mengungkapkan, ijin-ijin yang dikeluarkan juga harus terkontrol dan terkoneksi dengan sistem ini. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) misalnya. “Jika load kendaraan banyak terkonsentrasi ke satu titik, ijin tidak boleh keluar. Di Samsat juga begitu,” tegasnya.

None menjelaskan, dengan menggunakan teknologi, semua yang terkait transportasi akan terpotret dan terukur. Bukan lagi sekedar asumsi para pejabat.

“Pengendara juga kalau ada kemacetan, mereka tau dan karena sudah disampaikan dimana titik-titik kemacetan,” jelasnya. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 April 2026 23:09
Musda Digelar Juni, Empat Kader PD Diusulkan Maju
Empat Kader Demokrat Di usulkan Bersaing di Musda ...
Parlemen30 April 2026 21:16
DPRD Sulsel Tutup Masa Sidang II, Sekprov: Orang Sabar Disayang Tuhan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) resmi menutup Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyampai...
Metro30 April 2026 21:05
Program SEHATI Hadir di SMA 17 Makassar, Dorong Deteksi Dini Perilaku Berisiko Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Program SEHATI ...
Metro30 April 2026 21:01
Dorong Profesionalisme Jurnalist Pemkot Makassar Fasilitasi Wartawan Ikut UKW
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik deng...