Ketua KNKT: Sebelum Membentur Air, mesin Pesawat Masih Hidup

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 12 Januari 2021 16:39

KNKT dalam proses indentifikasi awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
KNKT dalam proses indentifikasi awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Mesin Pesawat Sriwijaya Air Sj 182 yang jatuh di perairan pulau seribu pada sabtu 9 januari 2021 disebut masih hidup, Hal itu disampaikan langsung oleh ketua KNKT Soerjanto Tjahjono. 

Sehingga hal tersebut menguatkan dugaan jika pesawat yang mengangkut 62 penumpang dan kru pesawat tidak meledak di udara sebelum jatuh di laut.

“Pesawat saat di ketinggian 250 Kaki masih mengirim data, sehingga diidentifikasi bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data,” Kata Soerjanto Tjahjono. 

ketua KNKT.

Dikatakan pesawat Sriwijaya Air mengudara pada pukul 14.36 WIB, terbang menuju arah barat laut dan pada pukul 14.40 WIB pesawat mencapai ketinggian 10.900 kaki, tercatat pesawat mulai turun dan data terakhir pesawat pada ketinggian 250 kaki. 

Maka dari itu, Soerjanto menduga mesin pesawat Sriwijaya Air SJ182 masih dalam kondisi hidup sebelum membentur air.

“Dari data ini, kami menduga mesin masih dalam kondisi hidup sebelum pesawat membentur air,” jelasnya.

Adapun data tersebut dihimpun oleh KNKT dari data radar (ADS-B) dari Perum LPPNPI (Airnav Indonesia). Selain itu, data lapangan lain yang diperoleh KNKT dari KRI Rigel adalah sebaran wreckage memiliki besaran dengan lebar 100 meter dan panjang 300-400 meter.

“Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan bahwa pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air,” terang Soerjanto dikutip detik.com

Tidak hanya itu, Soerjanto membeberkan temuan Basarnas seperti turbine disc dan dan blade Sriwijaya Air SJ 182 yang mengalami kerusakan. Dari kerusakan fan blade, terlihat bahwa mesin masih bekerja saat mengalami benturan.

“Kerusakan pada fan blade menunjukkan bahwa kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan sistem pesawat masih berfungsi sampai pesawat pada ketinggian 250 kaki,” tandasnya.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 14.36 WIB. Pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki namun kehilangan ketinggian dalam waktu 1 menit. Empat menit setelah lepas landas, pesawat hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.

Pesawat dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, tepatnya di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang. Saat ini, proses SAR masih berlangsung. (***)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah30 Juli 2026 17:31
Adnan Purichta Lantik Andi Muchtar Pimpin PMI Bulukumba, Tegaskan Jiwa Kemanusiaan Sang Bupati
BULUKUMBA, Trotoar.id – Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bul...
Daerah30 Juli 2026 17:26
Putra Luwu Utara Ciptakan Mobil Listrik Marlip, Bupati Andi Rahim Dorong Produksi di Daerah
MAKASSAR, Trotoar.id – Kabupaten Luwu Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui inovasi putra daerahnya di sektor otomotif nasional. Ir...
Daerah30 Juli 2026 17:23
Bupati Luwu Terima Rekomendasi Kemendagri, Pembentukan Perseroda Selangkah Lebih Dekat
JAKARTA, Trotoar.id – Pemerintah Kabupaten Luwu semakin memantapkan langkah membentuk Perseroan Daerah (Perseroda) setelah menerima rekomendasi dari...
Hukum30 Juli 2026 15:02
Staf Administrasi KPK Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
JAKARTA, Trotoar.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang staf administrasi internalnya, Setya Budi Dias Oktavianto (DIS), sebagai...