Petani Asal Soppeng Sulawesi Selatan Gugat Kejaksaan, Menteri LHK, dan Menteri Keuangan

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Jumat, 19 Februari 2021 19:29

Aksi perlawan petani di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan | Foto: Mogabay/Google.
Aksi perlawan petani di Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan | Foto: Mogabay/Google.

TROTOAR.ID – Kasus 3 Petani Soppeng yang sempat menjadi perhatian publik pada tahun 2018 telah diputus oleh Mahkamah Agung pada tingkat kasasi dan telah berkekuatan hukum tetap sejak Desember 2020 lalu.

Tak lain adalah Sahidin, Jamadi, dan Sukardi, petani yang divonis bebas, ketiganya tinggal dalam klaim kawasan hutan Laposo Niniconang, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. 

Mereka awalnya ditangkap oleh polisi kehutanan pada 22 Oktober 2017 dengan tuduhan merambah hutan dan melanggar UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H). 

Ketiganya ditahan di Rutan Makassar kemudian dipindahkan ke Rutan Soppeng selama 150 hari, sampai akhirnya dibebaskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Watansoppeng, lantaran tidak terbukti bersalah.

Pada hari Rabu (21/3/2018) PN Watansoppeng memberikan keadilan bagi ketiga petani Soppeng dengan menjatuhkan putusan bebas dari segala tuntutan penuntut umum.

Majelis Hakim berpendapat bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum keliru menerapkan UU P3H. Oleh karena subjek hukum yang ditujukan dalam UU P3H adalah setiap orang yang menebang pohon dan berkebun secara terorganisasi untuk kepentingan komersial. Bukan untuk petani yang tinggal dalam klaim kawasan secara turun-temurun dan berkebun  hanya semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar. 

Putusan ini telah diperkuat oleh Mahkamah Agung, karenanya telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Proses pidana, khususnya penahanan yang dijalani oleh tiga petani tersebut tidak semata masalah hukum. Namun, berdampak pada masalah ekonomi, pendidikan dan tekanan psikis hingga kerugian materil akibat penahanan selama 150 hari. 

“Bahkan anak-anak dari tiga petani ikut merasakan dampaknya, oleh karena ketiganya merupakan tulang punggung keluarga sehingga kebutuhan biaya pendidikan ikut terhambat,” kata Tim Kuasa Hukum dari LBH Makassar, Ady Anugrah Pratama, Jumat (19/2).

Ady menambahkan, demikian pula yang dirasakan oleh istri dan keluarga lainnya. Dampak penahanan membuat mereka tidak dapat menikmati hasil panen yang dipakai untuk menyambung hidup, bahkan mereka membutuhkan biaya tambahan untuk membesuk selama penahanan.

Pada 29 Januari 2021, Petani Soppeng mengajukan permohonan pra peradilan di PN Watansoppeng terhadap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, dan Menteri Keuangan RI, akibat perbuatannya melakukan penahanan kepada Petani Soppeng yang berdampak pada kerugian materiil maupun nonmateriil. 

Sidang perdana kasus ini terjadwal pada 5 Februari 2021, akan tetapi pihak Kehutanan dan Menteri Keuangan tidak hadir dalam sidang tersebut. 

Sidang kembali diagendakan pada Jumat, 19 Februari 2021, sidang kali ini dihadiri lengkap oleh semua pihak pemohon maupun termohon. 

“Mereka berharap bisa mendapatkan kompensasi atau ganti rugi dari negara akibat perbuatan sewenang-wenang berupa penangkapan dan penahanan yang dialaminya. Dan peristiwa ini tidak terulang lagi di Indonesia khususnya di bumi Latemmamala, Soppeng,” terang Ady.

Upaya pra peradilan ganti rugi ini diajukan berdasarkan ketentuan Pasal 95 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, yang menyatakan bahwa: “Tersangka, terdakwa atau terpidana berhak untuk menuntut ganti kerugian karena ditangkap, ditahan, dituntut, diadili atau dikenakan tindakan lain, tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan.” (red)

Penulis : Arya/kontri

 Komentar

Berita Terbaru
Indah Harap Dokter Internship Ikut Sukseskan Vaksinasi di Luwu Utara
Daerah01 Maret 2021 17:02
Indah Harap Dokter Internship Ikut Sukseskan Vaksinasi di Luwu Utara
TROTOAR.ID, MASAMBA -- Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, menyambut kedatangan dokter Internship. Sedikitnya ada 17 dokter muda yang akan bertuga...
Plt Gubernur Sulsel Tegaskan Program Prof Andalan Tetap Dilanjutkan
Metro01 Maret 2021 16:59
Plt Gubernur Sulsel Tegaskan Program Prof Andalan Tetap Dilanjutkan
TROTOAR.ID, MAKASSAR - Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengajak para jajarannya untuk fokus bekerja dan menjaga profes...
Patuh Protokol Kesehatan, Bantaeng Sukses Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Madya
Daerah01 Maret 2021 15:04
Patuh Protokol Kesehatan, Bantaeng Sukses Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Madya
TROTOAR.ID, BANTAENG, - Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin menghadiri dan menutup langsung Turnamen Silaturahmi Kompas Bantaeng Cup 1 U40 di Stadion M...
Panggil Pimpinan PD dan Camat, Bupati Indah: Kalau Tidak Bisa Menyesuaikan, Ya Mohon Maaf
News01 Maret 2021 14:59
Panggil Pimpinan PD dan Camat, Bupati Indah: Kalau Tidak Bisa Menyesuaikan, Ya Mohon Maaf
TROTOAR.ID, MAKASSAR -- Didampingi Wakil Bupati Luwu Utara Suaib Mansur, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani memimpin Rapat Koordinasi yang mengha...