Kepala BBWSPJ: Penanganan Banjir di Luwu Utara Jadi Percontohan Nasional

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 05 Maret 2021 14:29

Kepala BBWSPJ: Penanganan Banjir di Luwu Utara Jadi Percontohan Nasional

TROTOAR.ID, LUWU UTARA — Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengang Jeneberang (BBWSPJ), Adenan Rasyid, mengungkapkan bahwa penanganan pascabencana banjir di Kabupaten Luwu Utara, khususnya di tiga sungai besar yang terkena dampak bencana, menjadi percontohan nasional.

Adenan mengungkapkan hal ini di hadapan Bupati Indah Putri Indriani saat dirinya melaporkan beberapa kegiatan BBWSPJ di Lutra tahun 2021 ini. “Kami perlu sampaikan bahwa Masamba ini jadi percontohan se-Indonesia untuk penanganan pascabencana banjir,” ungkap Adenan.

Baca Juga  Ketua IKA FH Unhas Appi Resmikan Sekretariat Baru, Kurban dan Silaturahmi Perkuat Kebersamaan

Salah satu penanganan yang dilakukan BBWSPJ adalah pembangunan tanggul darurat dengan metode geotextille. Menurut dia, tanggul geotextille yang dibangun di Masamba, Luwu Utara, adalah yang pertama di Indonesia, dan diikuti beberapa daerah lain yang terkena bencana.

“Banjir di beberapa daerah, seperti di wilayah Provinsi Jawa Tengah itu, mereka juga membangun tanggul darurat dengan memakai metode perkuatan geotextille. Konstruksinya itu juga pakai geotextille semua. Sama yang kita lakukan di Masamba ini,” ungkap Adenan.

Baca Juga  Abdul Hayat Hadiri Silaturahmi Kunjungan Kerja Tim Pembina Samsat Nasional

Ia mengatakan, penanganan banjir memang harus maksimal karena pemerintah ingin bencana lalu tidak terulang lagi, sehingga masyarakat bisa hidup tenang. “Pak Menteri mengontrol penanganan banjir yang kita lakukan, sehingga penanganan pun harus maksimal,” jelasnya.

Senada Adenan, Plt. Kadis PUPR, Rusydi Rasyid, mengatakan hal serupa bahwa penanganan banjir di Lutra menjadi acuan daerah lain dalam penanganan darurat. “Ternyata di daerah lain juga melakukan metode tanggul geotextile pascabencana yang terjadi,” ungkap Rusydi.

Baca Juga  Selama Setahun ASS Perjuangkan Bandara Sorowako Jadi Milik Publik, setelah 40 Tahun Dikuasai Pihak Asing 

“Apa yang dilakukan BBWSPJ, rupanya diikuti oleh Balai-balai di wilayah lain dengan pola pembuatan tanggul geotextile. Artinya bahwa Luwu Utara adalah yang pertama menggunakan metode geotextille dalam penanganan darurat pascabencana,” pungkasnya. (LH)

Penulis : Lh

 Komentar

Berita Terbaru
Politik25 Oktober 2026 11:59
Eks Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf Perkuat Golkar Sulsel, Emban Misi Kemanusiaan
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan memperkuat barisan kepengurusannya dengan menghad...
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...
Metro24 Oktober 2026 16:46
Aliyah Mustika Ilham Resmikan Identitas Baru MOMTOMOMS, Dorong Perempuan Saling Menguatkan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengapresiasi peran komunitas pe...