TROTOAR.id—Plt Ketua DPD II Golkar Kabupaten Sinjai, Andi Iskandar Zulkarnain Latief, merupakan seorang politisi yang cukup terkenal, dewasa dalam memposisikan diri serta lihai membangun jejaring politik.
Sikap kedewasaan dalam politik ditunjukkan oleh pria yang akrab disapa ‘Etta Icul’ ini menjelang perhelatan Musyarawah Daerah (Musda) Golkar Sinjai.
Meski timnya telah mengambil formulir untuk bertarung memperebutkan kursi ketua, tetapi ‘Etta Icul’ memilih untuk tidak mendaftar atau mengembalikan formulir, ada apa?
Baca Juga :
“Untuk apa saya mendaftar sebagai bakal calon ketua.
Kemarin kan hanya mengambil formulir untuk berjaga-jaga jika sampai batas waktu yg ditentukan tidak ada satupun yang akhirnya mendaftar sebagai bakal calon ketua Golkar Sinjai,” tuturnya.
Nampaknya hal ini adalah strategi. Pasalnya hingga saat ini sudah ada 2 orang kader yang mendaftarkan diri sebagai kandidat, salah satunya memiliki figur yang baik sebagai seorang Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong.
Dua orang kandidat di Sinjai punya backround yang berbeda, satu seorang politisi yang sudah malang melintang di legislatif dan eksekutif. Sementara satunya seorang pengusaha cukup sukses.
“Sehingga posisi saya adalah ‘Tut Wuri Handayani’, tinggal menghantar mereka berdua untuk melalui seluruh proses selanjutnya sesuai juklak 02/2020,” kata ‘Etta Icul’.
Dengan adanya 2 orang pendaftar secara resmi, kata dia, maka sudah waktunya ia mengoper tongkat estafet kepemimpinan Partai Golkar di Sinjai.
Kedisplinan Golkar
‘Etta Icul’ menceritakan, sesungguhnya salah satu modal dasar sekaligus sumber kekuatan utama Partai Golkar sejak zaman orde baru adalah kedisiplinannya melakukan rotasi kepemimpinan dalam rentang waktu 5 tahunan.
“Kedisiplinan melakukan rotasi kepemimpinan tersebut sebagai wujud sehatnya partai ini, begitupun sebaliknya,”
Menurutnya, jika terlalu banyak dilakukan proses penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) di kepemimpinan provinsi dan kabupaten, itu tanda bahwa ada masalah/suasana tidak sehat dalam tubuh organisasi tersebut sehingga harus segera dinormalisasi kembali.
“Saya sudah menjadi Plt dalam waktu yang sangat lama dan itu tidak sehat, baik untuk organisasi dan untuk diri saya sendiri sebagai politisi,” ujarnya.
Ingat, puluhan tahun kita sudah mengkader dan melahirkan kader-kader fungsional Partai Golkar di berbagai Bidang pengabdian/kehidupan (eksekutif, legislatif, pengusaha, pendidik).
“Mereka semua punya peluang yang sama dan berhak diberi kesempatan untuk memimpin Partai ini di semua level
Kepemimpinan selama punya komitmen untuk membesarkan dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di wilayah tugasnya masing-masing,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai kader Golkar tidak boleh memperlakukan mereka secara diskriminatif, dengan alasan apapun.
‘Etta Icul’ mengajak untuk melihat tipologi calon ketua Golkar Sinjai, yang mana paling pas untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sinjai.
“Agar Kursi kepemimpinan/ketua dii DPRD Sinjai dapat kita rebut kembali, agar kita bisa menjawab kerinduan masyarakat luas untuk merasakan kembali berbagai kebijakan pembangunan ‘ala Golkar’ seperti yang mereka pernah rasakan di zaman Orde Baru,” tutupnya.



Komentar