Menapaktilasi Jejak-jejak Indah ANC Hipnoterapi

Suriadi
Suriadi

Selasa, 23 Maret 2021 22:39

TROTOAR.ID, MAKASSAR -- Entitas negara bernama pemerintah di dalam menjalankan roda birokrasi, dimobilisasi oleh tiga hal, yaitu anggaran, pelayanan publik, dan inovasi.
TROTOAR.ID, MAKASSAR -- Entitas negara bernama pemerintah di dalam menjalankan roda birokrasi, dimobilisasi oleh tiga hal, yaitu anggaran, pelayanan publik, dan inovasi.

TROTOAR.ID, MAKASSAR — Entitas negara bernama pemerintah di dalam menjalankan roda birokrasi, dimobilisasi oleh tiga hal, yaitu anggaran, pelayanan publik, dan inovasi.

Angaran adalah instrumen utama untuk menggerakkan roda organisasi bernama pemerintah di semua level.

Tanpa kekuatan rupiah, mustahil menghadirkan pembangunan yang bermuara kepada kesejahteraan. Pun mustahil menggerakkan roda perekonomian yang saat ini sedikit lesu akibat pandemi COVID-19.

Namun demikian, anggaran yang besar pun, jika tidak didukung oleh pelayanan yang prima dari pemerintah, maka juga akan berakhir sia-sia, karena pelayanan adalah wajah pemerintah yang begitu nyata terlihat di masyarakat.

Tanpa pelayanan publik, pemerintah bagaikan batu karang di tengah lautan lepas dihantam badai gelombang.

Tentu pemerintah menyadari bahwa pelayanan publik menjadi instrumen penting dalam menghadirkan sisi kenyamanan publik.

Ketika pemerintah memiliki anggaran yang besar, dan pelayanan publik yang juga paripurna, maka hal lain yang menjadi perhatian adalah bagaimana memberikan sentuhan inovasi terhadap pelayanan publik yang telah dihadirkan guna menghilangkan stigma bahwa pelayanan publik saat ini terlihat kaku dan terkesan monoton.

Itulah kemudian, inovasi pelayanan publik, sejak 2014 mulai dikompetisikan oleh pemerintah, mulai dari pusat sampai ke daerah.

Dan sejak itu pula, beragam inovasi dihadirkan, baik lingkup kementerian maupun pemerintah daerah, termasuk BUMN dan BUMD. Inovasi-inovasi ini rupanya mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Nah, Kabupaten Luwu Utara, pernah menempatkan satu inovasi di jajaran elit TOP 40 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian PAN-RB, sebagai inovasi yang bersifat “outstanding” alias terpuji.

Penentuan top inovasi terpuji tak mudah. Inovasi harus melewati serangkaian tahapan ketat dari Tim Penguji Independen.

Selain bermanfaat besar, inovasi di jajaran TOP 40 adalah inovasi yang memiliki kebaruan, keunikan, efektif, bisa direplikasi dan yang terpenting, inovasi harus berkelanjutan (sustainable).

Adalah Antenatal Care Hipnoterapi atau lebih dikenal dengan ANC Hipnoterapi. Dua penghargaan top diraih, yaitu TOP 99 dan TOP 40 KIPP Sinovik 2018.

Menyebut inovasi ini, orang-orang pasti tertuju pada sebuah daerah bernama Luwu Utara, dan satu nama, Anjas Rusli, sebagai inovator.

Dan jangan lupa, inovasi ini hadir karena komitmen yang kuat dari sosok Bupati Indah Putri Indriani yang begitu getol menyuarakan inovasi pelayanan publik di Luwu Utara.

Jejak indah ANC Hipnoterapi ini sudah pasti ingin dinapaktilasi oleh inovasi-inovasi lain yang juga berpotensi mengikuti jejak ANC Hipnoterapi.

Tahun ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PAN-RB, kembali menggelar KIPP Sinovik 2021. Dan Pemda Luwu Utara tentu ingin mengulang kembali prestasi yang diraih ANC Hipnoterapi. Tak hanya sampai TOP 99, tetapi sedapat mungkin tembus ke TOP 45.

Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Utara, Muhammad Hadi, siap mendorong lima inovasi Luwu Utara untuk mengikuti KIPP Sinovik 2021.

Kelima inovasi tersebut adalah Kampung Penyelamat Jiwa (Dinas Kesehatan), Peta Baper atau Peta Berbasis Partisipatif (Bappeda), Getar Dilan atau Gerakan Tanam Sayur di Lahan Pekarangan (Dinas Ketahanan Pangan), Kebun Si Pintar atau Siswa Peduli Lingkungan Sekitar (Dinas Pendidikan), dan Rompi KPK atau Kelas Pencegahan Korupsi (Dinas Pendidikan).

Kelima inovasi ini, selain unik dan menarik, juga dinilai layak didorong untuk berkompetisi di tingkat nasional karena sudah diimplementasikan selama kurang lebih dua tahun.

inovasi lahir dari keterbatasan, berangkat dari masalah. Ini momentum tepat menghadirkan inovasi. Pandemi memberi pelajaran berharga bahwa di tengah keterbatasan, ada momentum untuk bangkit.

Sungguh adil Tuhan menunjukkan titik temu antara masalah dan solusi. Inovasi adalah pelita. Dia bisa menjadi solusi terbaik di tengah kegelapan.

Gelap tak harus semuanya menjadi hitam, karena sesungguhnya ada terang di ujung gelap. Itulah inovasi, yang bisa menjadi oase di tengah padang pasir. Inovasi memang tidak ekslusif, tapi dia istimewa. Ayo berinovasi. (LH)

Penulis : Lh

 Komentar

Berita Terbaru
Metro14 Mei 2026 22:12
Pemprov Sulsel Tindak Lanjuti Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan K...
Politik14 Mei 2026 22:08
Kaswadi Siap Sambut Konsolidasi Golkar di Soppeng, Target Perkuat Soliditas Jelang Musda
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menyatakan kesiapan penuh menyambut agenda konsolidasi DPD ...
Politik14 Mei 2026 18:02
Usman Marham Ajak Kader Jaga Solidaritas Jelang Musda Golkar Sulsel
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas dan kebersam...
Metro14 Mei 2026 16:47
178 Lapak PKL di Mariso Ditertibkan, Pemkot Makassar Utamakan Pendekatan Humanis
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menertibkan sebanyak 178 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang selama puluhan tahun menempati fasilita...