TROTOAR.id—Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang digelar di Jalan Dukuh Kupang, Gedung Islamic Center Surabaya, Jawa Timur (Jatim), sangat kacau balau.

Meski kongres tahun 2021 ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Negara. Secara resmi dimulai, Rabu (17/3/2021).
Informasi terakhir yang diterima oleh jurnalis trotoar.id bahwa ribuan peserta Kongres HMI dari Sabang hingga Merauke akan melakukan aksi demonstrasi di Surabaya pada Rabu 24 Maret 2021, pukul 20.00 Wita.
Baca Juga :
Seruan aksinya pun tersebar luas di media sosial, dalam sebuah pamflet dituliskan, “Jangan biarkan Polri merusak marwah Kongres, Polri terlalu jauh ikut campur urusan HMI.”
Tuntutan HMI
Peserta Kongres mengecam Kapolda Jawa Timur karena dianggap terlibat terlalu jauh persoalan internal HMI.
Bahkan dalam seruannya, peserta Kongres meminta agar Kapolda Jawa Timur dicopot dari jabatannya lantaran dinilai tidak becus memimpin anggotanya yang melakukan represifitas kepada kader HMI di Surabaya.
Sehingga para peserta Kongres mendesak agar seluruh personil kepolisian untuk segera meninggalkan lokasi forum Kongres.
Bahkan HMI mengeluarkan ultimatum, apabila tuntutannya itu tidak diindahkan maka pihaknya akan menduduki Mapolda Jawa Timur.
Tanggapan PB HMI
Peringatan yang keluar dari Forum Kongres HMI di Surabaya itu direspon oleh Wakil Ketua PB HMI, Pahmuddin Cholik.
Kepada jurnalis trotoar.id, ia membenarkan bahwa polri memang terlalu jauh mencampuri urusan internal HMI.
Melalui sambungan telepon, Pahmuddin mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera mencopot Kapolda Jawa Timur dari Jabatannya.
“Kami minta Kapolri agar memberhentikan Kapolda Jatim dari jabatannya,” tegasnya, Rabu (24/3/2021).
Selain itu, kata dia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur harusnya melakukan komunikasi secara terbuka kepada panitia Kongres untuk menertibkan lokasi kongres bukan dengan menurunkan aparat.
“Ini sudah lewat waktu kongres,” ucapnya..
Menurutnya, sejak awal forum kongres ini sudah berpolemik sehingga pada prosesnya juga tidak berjalan efektif.
6 kader HMI ditangkap
Pada Rabu (24/3), peserta membanting kursi, bahkan kaca di Gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, pun pecah.
“Kami melihat ada miss komunikasi di antara mereka. Sehingga ada yang membanting kursi. Lalu atas permintaan panitia, kami amankan enam orang dan masih dalam pemeriksaan,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.
Nico mengungkapkan, pihaknya masih mengamankan jalannya kongres di Gedung Islamic Center. Ada dua hal yang menjadi fokus petugas. “Pertama sidang kongres dan yang kedua rombongan dari Makassar sebanyak 1.303 orang,” katanya.
Polisi sudah melakukan pendekatan kepada anggota HMI asal Makassar yang berjumlah 1.303 orang. Dengan bantuan dari Pemprov Jatim dan TNI, mereka dibagi ke mes-mes TNI yang ada di Surabaya.
“Alhamdulillah rombongan bisa mengerti dan turut mengamankan Kota Surabaya dari sisi keamanan dan Covid-19,” ujarnya.




Komentar