LKPJ Wali Kota Makassar 2020: Ekonomi Makro Turun ke Angka 1,27 Persen

Awal Febri
Awal Febri

Rabu, 31 Maret 2021 20:12

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, saat memaparkan LKPJ Wali Kota Makassar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Makassar, Rabu (31/3/2021). [trotoar.id]
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, saat memaparkan LKPJ Wali Kota Makassar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Makassar, Rabu (31/3/2021). [trotoar.id]

TROTOAR.id—Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi mewakili Wali Kota Makassar menghadiri rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ )Walikota Tahun 2020, di gedung DPRD kota Makassar, Rabu (31/3/2021).

Dalam penyampaian LKPJ Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi memaparkan arah kebijakan ekonomi kota Makassar yang diselaraskan dengan sasaran dan arah yang sudah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020

Fatmawati Rusdi memberi gambaran pertumbuhan ekonomi makro kota Makassar sampai tingkat nasional pada tahun 2020 mengalami penurunan, diakibatkan adanya shock pandemi covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi makro Kota Makassar mengalami penurunan dan berada pada angka 1,27 persen. Jika dibandingkan angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan sebesar -0,70 persen dan Nasional sebesar -2,07 persen, sehingga  pertumbuhan ekonomi secara nasional mengalami penurunan signifikan akibat terjadinya shock dari pandemi covid-19 dan berdampak buruk terhadap kinerja perekonomian daerah,” ungkapnya.

Menurut Fatmawati Produk Domestik Regional bruto (PDRB) juga mengalami penurunan mulai tahun 2019 hingga 2020.

“Jumlah uang yang beredar sebagaimana nilai PDRB Atas Dasar berlaku pada tahun 2020 sebesar Rp178,332 trilyun lebih, mengalami penurunan dari tahun 2019 yaitu sebesar Rp170,450 lebih,” ujarnya. 

Lanjutnya sebagai penyangga utama perekonomian  di Sulawesi Selatan Kota Makassar memberi kontribusi mencapai 35,23 persen atau lebih dari 1/3 ekonomi Sulawesi Selatan. 

“Turunnya PDRB Kota Makassar juga berimplikasi pada menurunnya Pendapatan Per Kapita masyarakat Kota Makassar, yaitu pada tahun 2020 sebesar Rp115,40 juta lebih dari sebelumnya pada tahun 2019 sebesar Rp116,87 juta lebih,” paparnya.

Fatmawati berharap  pemerintah kota bersama anggota dewan masyarakat dan seluruh elemen masyarakat bersama sama melakukan perbaikan ekonomi.

“Kedepan mari kita berkreatifitas sambil berinovasi menyongsong perbaikan ekonomi yang lebih baik,” kuncinya. (Ltf/Ygs/trotoat).

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional02 September 2026 02:06
Pangdam XIV/Hasanuddin Tenangkan Istri Prajurit, Rumahnya Dilalap Si Jago Merah di Asrama TNI Mattoangin
MAKASSAR, Trotoar.id — Tak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat tempat pulang yang dibangun dengan susah payah, tiba-tiba berubah menjadi bar...
Metro01 September 2026 19:45
Raih 44 Emas, Sulsel Juara Umum Kejurnas Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Kontingen Pengurus Daerah (Pengda) Karate-Do Gojukai Indonesia Sulawesi Selatan tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional ...
Olahraga01 September 2026 18:41
Piala Gubernur Sulsel 2026 Bergulir, Enrekang-Bone-Jeneponto Buka Turnamen dengan Kemenangan Telak
MAKASSAR, Trotoar.id— Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 resmi bergulir serentak di empat zona regional. Pada laga pembuka, Enrekang, Bone, dan Je...
Metro01 September 2026 17:36
Gerak Bersama PKK, Sulsel Perkuat Koperasi untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga
MAKASSAR, Trotoar.id— Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Koperasi dan UKM Sulsel memperkuat kapasitas pengurus Koperasi PKK s...