Sari Mengaku Pernah Minta 1 M ke Kontraktor, Diperintah oleh NA

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 27 Mei 2021 18:37

Eks Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, (FOTO: Istimewa).
Eks Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, (FOTO: Istimewa).

TROTOAR, MAKASSAR – Dalam sidang lanjutan terdakwa kasus suap dan gratifikasi  proyek infrastruktur di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terungkap sejumlah fakta.

Salah satunya adalah peran Mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti yang semakin terang.

Sari—sapaannya, mengaku bahwa ia adalah seorang anggota yang memiliki jiwa loyalis besar terhadap Gubernur Sulsel (nonaktif) Nurdin Abdullah (NA).

“Saya tahu tidak dibenarkan. Saya kan anak buah. Saya loyal sama pimpinan saya. Saya di posisi serba salah. Saya terima bagaimana, saya tidak terima bagaimana. Saya minta pengampunan, yang mulia,” terangnya.

Melihat perannya, Sari bisa dibilang orang kepercayaan NA. Dimana Sari menjadi perantara yang sangat nyata antara NA dengan para kontraktor besar di Sulsel. Sari juga dituding telah memenangkan perusahaan tertentu di proses tender proyek.

Kronologi

Sari juga secara jujur di hadapan hakim mengaku pernah meminta uang senilai Rp 1 miliar kepada kontraktor bernama Nuwardi Bin Pakki alias Haji Momo, atas perintah pimpinannya, yakni NA. Lalu, Haji Momo menyerahkah uang itu Bulan Desember 2020 lalu.

“Saya pernah diminta ke Rujab, kemudian dia (NA) menyampaikan butuh biaya operasional Rp 1 miliar. Dia bertanya ke saya ‘siapa kira-kira yang bisa membantu’,” kata Sari saat sidang di Ruang Harifin Tumpa Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 27 Mei 2021.

“Setelah itu saya menyampaikan tergantung beliau, siapa yang diperintahkan. Pak Nurdin tanya Haji Momo,” bebernya.

Sari Pudjiastuti kemudian menghubungi Haji Momo dan menyampaikan maksud Nurdin Abdullah. Haji Momo bilang setuju dan menentukan waktu kapan diambil.

Haji Momo lalu menyuruh orangnya bernama Haji Boi mengantar uang itu ke Sari dan bertemu di penginapan, samping Hotel Awal Bros (Sekarang Primaya Hospital).

Uang sebesar Rp 1 miliar itu kata Sari Pudjiastuti juga ditaruh di kardus. Ia kemudian menitip uang tersebut di rumah keponakannya, sambil dipindahkan ke koper.

“Besoknya diambil oleh Salman, ajudan NA. Saya serahkan di depan apartemen Vida View. Saat itu salman bertanya, Bu Sari, saya mau ambil mi uangnya,” ujar Sari menirukan percakapannya bersama Salman.

Haji Momo adalah pemilik PT Tocipta Sarana Abadi. Perusahaan ini adalah pemenang sejumlah proyek jalan provinsi di Kabupaten Wajo.

(Lutt/Al)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro02 Mei 2026 23:34
Di Pelantikan HDCI, APPI Tawarkan Makassar sebagai Pusat Touring Nasional
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut positif berbagai event berskala nasional maupun kegiatan komunitas yang dige...
News02 Mei 2026 23:30
Pesan Wabup Nurkanaah untuk Wisudawan UT: Berikan Kontribusi Terbaik bagi Daerah
SIDRAP, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara wisuda Universitas Terbuka Makas...
News02 Mei 2026 23:15
Makassar Tembus Peringkat Nasional Kota Toleran
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menorehkan pengakuan di level nasional. Di tengah dinamika sosial...
Metro02 Mei 2026 19:28
Tepat di Hardiknas, Andi Amran Sulaiman Kembali Pimpin IKA Unhas Periode 2026–2030
MAKASSAR, Trotoar.id — Tepat pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum I...