Persiapan Sekolah Tatap Muka: 201.355 Siswa Akan Diswab, Walkot Makassar Diminta Perhatikan Kebijakan Pempus

Nuralamsyah
Nuralamsyah

Kamis, 03 Juni 2021 17:37

Seorang siswa Sekolah Dasar yang tengah melakukan baris berbaris. (Google).
Seorang siswa Sekolah Dasar yang tengah melakukan baris berbaris. (Google).

TROTOAR, MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar akan melakukan sekolah tatap muka pada bulan Juli mendatang.

Sehingga Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto memastikan sebanyak 201.355 peserta didik tingkat SD dan SMP akan menjalani swab antigen. Sementara sudah ada 200 ribu alat testing swab antigen disiapkan.

Ditanggapi oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar Fatma Wahyuddin bahwa ia mendukung langkah Pemkot.

“Kita akan support rencana pemkot terkait sekolah tatap muka, tapi dengan memperhatikan juga lebih dahulu kebijakan dari Pemerintah Pusat (Pempus),” kata dia kepada Jurnalis Media Trotoar, Kamis, 3 Juni 2021.

Langkah-langka Danny Pomanto dalam menyiapkan sekolah tatap muka juga direspons positif oleh dewan, “Saya kira itu sudah sangat tepat yang dilakukan untuk anak-anak kita pada saat pelaksanaan sekolah tatap muka,”  tuturnya.

Sementara itu, Danny mengatakan bahwa, “Kami sudah menyiapkan 200 ribu alat testing swab antigen. Kebijakan untuk anak murid SD dan SMP itu tidak masuk dalam kategori vaksinasi, maka pemerintah kota akan mengambil kebijakan untuk mentesting anak-anak kita, memastikan anak-anak sekolah dalam keadaan sehat,” ujar Danny beberapa waktu lalu.

Rencananya, sekolah tatap muka akan mulai dilakukan Pemkot Makassar pada Juli 2021 mendatang. Untuk itu, para peserta didik akan menjalani test Swab Antigen pada bulan Juni ini.

“Untuk (test swab) anak-anak kita yang akan segera laksanakan sebelum bulan Juli kalau tidak ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat,” terang Danny.

Mereka yang menerima swab antigen, terbagi atas 107.457 siswa SD Negeri, 30.546 siswa SD swasta, 38.128 siswa SMP Negeri, dan 25.224 siswa SMP swasta.

Siswa yang dinyatakan sehat, maka mereka akan menjalani sekolah tatap muka. Sementara mereka yang dinyatakan terpapar Covid-19 maka akan menjalani swab PCR dan protokol pengobatan.

“Kalau ditemukan anak kita tertular atau suspect, maka kita akan lanjutkan dengan PCR kemudian kita treatment dengan suplemen dan obat. Kalau itu sudah berlangsung berarti orang yang suspect tidak bisa sekolah,” terangnya.

Danny Pomanto menerangkan, Pelaksanaan sekolah tatap muka akan dilakukan secara bertahap. Dalam seminggu, hanya satu kali pertemuan dengan durasi selama dua jam.

Selain itu, siswa yang berada di dalam ruangan juga dibatasi. Hanya setengah dari jumlah siswa dalam satu kelas.

“Setelah berlangsung dua minggu kita akan evaluasi kalau dia baik maka dinaikkan dua kali seminggu. Dua minggu kedepan akan dievaluasi. Bagaimana evaluasinya? kami akan evaluasi lewat metode GeNoes,” jelas Danny.

Sedangkan untuk penggunaan GeNose, kata Danny, akan digunakan secara berkala jika sekolah tatap muka sudah dimulai.

“GeNone nanti pemeliharaannya. GeNose bukan testing sehingga kita tidak mau awalnya pakai GeNose, nanti setelah itu per bulan kita pakai GeNose. Saya tidak mau bermain-main kalau anak-anak. Jadi saya harus pastikan testing,” tutup Danny.

 Komentar

Berita Terbaru
News25 Juni 2021 17:13
Besok Musda Sinjai Di Buka, TP, Kader Golkar Segel Kantor dan Boikot Musda
Trotoar.id, Sinjai -- Dinamika politik Partai Golkar Kabupaten Sinjai jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) semakin memanas, dimana sejumlah ka...
News25 Juni 2021 14:58
85 Anggota DPRD Ikuti Bimtek Pengelolaan Keuangan
Trotoar,id, Makassar -- 85 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menghadiri kegiatan Bimbingan teknis tentang, pengelolaan keuangan paj...
Politik25 Juni 2021 13:49
Awal Juli, Tiga Daerah Gelar Musda
Trotoar.id, Makassar -- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan (Sulsel) Imam Fauzan memerintahkan selu...