TROTOAR.ID – Kantor DPD II Golkar Kabupaten Sinjai jadi sasaran vandalisme yang diduga dilakukan oleh kadernya sendiri lantaran kecewa dengan sikap Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Taufan Pawe atau TP.
Para kader Golkar juga mengaku kesal dengan perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sinjai yang akan digelar pada Minggu, 27 Juni 2021, lantaran dianggapnya ilegal dan menyalahi aturan partai.
Atas dasar itu, mereka memboikot kantor Golkar Sinjai sebagai bentuk penolakan keras atas rencana Musda tersebut.
Baca Juga :
Bahkan spanduk dengan berbagai tulisan juga mewarnai kantor Golkar Sinjai, ada yang berbunyi, “Taufan Pawe Mundur koooo.”

Di spanduk lain ada juga bertuliskan, “Airlangga Presidenku Adnan Yasin Limpo Gubernurku.”
Sementara dua spanduk lainnya masing-masing berbunyi, “Kami menolak Musda yang dipaksakan”, “Hentikan Musda dengan Rekayasa Taufan Pawe.”

Sebelumnya, Sekretaris Pimpinan Tingkat Kecamatan Bulupoddo, Erni Martina Dottoro mengatakan bahwa Musda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini penuh kejanggalan dan rekayasa yang dilakoni oleh Ketua DPD Golkar Sulsel, Taufan Pawe.

DPD I Golkar Sulsel disebut-sebut memaksa Plt Ketua Golkar Sinjai untuk mengarahkan dukungan ke Andi Kartini yang merupakan Wakil Bupati Sinjai. Hanya saja, arahan itu tidak diindahkan dan menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan ke pemilik suara.
“Karena tak mengikuti perintah Golkar Sulsel, Pak Andi Iskandar Zulkarnaen dipecat (dari jabatan Plt Ketua Golkar Sinjai), digantikan oleh Nasran Mone sebagai Plt Ketua Golkar Sinjai,” jelasnya, Jumat, (25/6/2021).
Pergantian Plt Ketua Golkar Sinjai ini pun berpolemik. Apalagi, pendaftaran yang dilakukan sebelumnya juga dibatalkan. Lalu, membuka pendaftaran kembali. Dimana Andi Kartini Ottong merupakan satu-satunya pendaftar.
“Apa dasarnya pendaftaran pertama dibatalkan, padahal sudah sampai tahapan fit and proper test di Golkar Sulsel, makanya kami anggap pendaftaran kedua ini cacat prosedur,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lima pimpinan kecamatan Golkar di Sinjai menolak pelaksanaan Musda Golkar. “Kami akan boikot kantor Golkar sampai hari Minggu, kami akan aksi sampai hari Minggu, kami tolak pelaksanaan Golkar yang cacat prosedur dan penuh rekayasa,” bebernya. (Alam)



Komentar