Trotoar.id,Makassar — Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Sofyan Syam berang mendengar adanya sejumlah tenaga kesehatan yang hingga sejak Januari hingga Mei 2021 belum menerima intensif covid-19
Apalagi mereka merupakan ujung tombak dari penanganan pasien covid-19 dan jika ini didiamkan siapa yang akan merawat pasien covid-19 nantinya.
“Rabu kita akan panggil pihak Dinkes, Pemerintah dan pihak RS yang belum membayarkan intensif covid-19 bagi nakes, ” Kata Sofyan Syam
Hingga dia menyesalkan jika keterlambatan pembayaran intensif terjadi lantaran adanya kelengkapan administrasi yang belum dipenuhi pihak rumah sakit
Ataukah dana intensif sudah diTerima pihak rumah sakit namun pihak rumah sakit menahan dan belum. Menyalurkannya.
“Jika ini benar intensif sudah ditransfer ke pihak RS tapi RS belum bayar ini sudah merupakan pelanggaran, dan jika terbukti kami akan meminta APH mengusutnya,” Tegasnya
Dirinya juga sudah tidak ingin lagi mendengar adanya nakes yang berada di garda terdepan mendapat perlakuan diskriminatif, sebab merekalah yang berjuang menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa pasien covid-19.
“Kalau mereka mogok siapa yang akan bertanggung jawab, apakah pihak rumah sakit mau, dan jika benar dana sudah ditransfer tetap bertahan di Pihak manajemen RS maka, ada kesalahan dalam sistem rumah sakit tersebut, dan jelas itu merupakan penanganan ” Pungkasnya.



Komentar