TROTOAR.ID, MAKASSAR – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar Wahab Tahir merespons terkait vaksin berbayar. Ia menyebut bahwa itulah bentuk pelibatan pengusaha sebagai wujud tanggung jawab sosialnya.
“Kalau vaksin berbayar disebut vaksin gotong royong, pelibatan pengusaha sebagai tanggung jawab sosial mereka sebagai pemilik usaha,” kata dia kepada trotoar.id, Selasa 13 Juli 2021.
Meski vaksin tersebut tak diperuntukkan kepada kelas sosial tertentu tetapi politisi asal Golkar ini menyarankan agar masyarakat yang berpendapatan pas-pasan sebaiknya menggunakan vaksin yang bersubsidi saja.
Baca Juga :
“Kalau saya menyarankan masyarakat umum yang berpendapatan pas-pasan sebaiknya vaksin subsidi saja di puskesmas atau posyandu,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengemukakan harga vaksin dosis lengkap Sinopharm berbayar untuk individu ditetapkan pemerintah Rp 879.140 per orang.
“Harga itu sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021,” katanya melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu (11/7/2021).
Keputusan Menteri Kesehatan tersebut berisi tentang sejumlah aturan terkait penetapan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan vaksinasi gotong-royong.
Sesuai dengan aturan tersebut, kata dia, harga vaksin per dosis Rp 321.660 di tambah dengan harga layanan Rp 117.910, sehingga harga per dosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp 439.570 per dosis. “Untuk satu orang kan butuhnya dua dosis, jadi dikalikan dua menjadi totalnya Rp 879.140,” kata Siti Nadia. (Alam)



Komentar