Pegiat HAM Veronica Koman Ajak Masyarakat Papua untuk Vaksin Covid-19

Awal Febri
Awal Febri

Minggu, 18 Juli 2021 02:25

Pegiat HAM Veronica Coman, diambil dari akun facebooknya. (Al/trotoar).
Pegiat HAM Veronica Coman, diambil dari akun facebooknya. (Al/trotoar).

TROTOAR.ID, JAKARTA – Veronica Koman adalah seorang pengacara dan pegiat hak asasi manusia asal Indonesia yang dikenal aktif mengadvokasi isu-isu pelanggaran HAM di tanah Papua.

Vero, begitu sapaannya. Ia bahkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang ditetapkan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur, dengan Surat DPO bernomor DPO/37/IX/RES.2.5./2019/DITRESKRIMSUS.

Baru-baru ini, ia kembali muncul dengan mengunggah postingannya di Sosial Media. Dari halaman facebook, Tim trotoar.id mendapati postingan Vero yang menulis sebuah ajakan kepada masyarakat Papua agar divaksin covid-19.

Berikut isi postingan tersebut, seperti ditulis Vero : 

Permohonan kepada Rakyat Papua untuk Vaksinasi Covid-19

oleh Veronica Koman

Kawan-kawanku sayang di Papua, kalian sering bertanya analisa dan pembacaan saya tentang hal-hal terkini, terutama dalam konteks internasional. Kalian juga percaya pada kemampuan saya untuk verifikasi kasus. Bisakah kawan-kawan percaya lagi kepada saya sekali ini saja?

Covid-19 itu nyata. Semua virus itu memang tidak ada obatnya, yang ada hanya vaksin untuk pencegahan.

Saya sangat sedih ketika menyadari sangat banyak Orang Papua, termasuk teman-teman saya sendiri, yang enggan melakukan vaksinasi Covid-19. Kita tiap hari berkampanye soal depopulasi Orang Papua, tanpa menyadari ancaman depopulasi masif ada di depan mata lewat Covid-19.

Keluarga dan orang-orang terdekat saya banyak yang kena Covid hingga tidak sedikit yang meninggal. Belakangan ini, saya mengucapkan “turut berduka cita” setiap harinya. Tingkat kematian akibat Covid di Indonesia tertinggi di dunia. Lebih dari 4 juta manusia di dunia sudah tewas akibat Covid. Jawa saja tidak sanggup menghadapi Covid, apalagi Papua yang fasilitas kesehatannya terburuk di Indonesia?

Untuk itu, saya memohon kepada rakyat Papua untuk melakukan vaksinasi sesegera mungkin, karena tsunami Covid di Papua ada di depan mata.

Vaksin sebaiknya dilakukan dua kali supaya manfaatnya maksimal. Vaksin harus diterima dalam kondisi badan sehat. Vaksinator akan menanyakan riwayat kesehatan sebelum menyuntikkan vaksin, tolong jawab dengan jujur supaya tidak ada komplikasi. Usai vaksin, sebagian orang akan merasakan demam atau gejala sakit lainnya selama 1-2 hari. Itu normal, saya pun mengalaminya di Australia sini. Sudah divaksin tidak berarti kebal Covid, tapi akan membuat sakit akibat Covid jadi tidak terlalu parah.

Bila berkenan, penghiburan terbaik bagi saya di pengasingan saat ini adalah foto Orang Papua yang sedang/sudah melakukan vaksinasi Covid. Tolong kirimkan ko pu foto sedang divaksin di kolom komentar di bawah ini atau pasang jadi ko pu foto profil! Terima kasih, waa waa waa…!

(A/Ltff)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Agustus 2026 19:36
Jelang Pembukaan MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.157 Peserta Ikuti Defile di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebanyak 1.157 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah dari 38 provinsi serta 79 kementerian dan lembaga mengikuti Defile Ka...
Metro24 Agustus 2026 18:33
Pemkot Makassar Sambut 1.157 Peserta MTQ VIII KORPRI Nasional Lewat Defile Kafilah
MAKASSAR, Trotoar.id — Defile kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 resmi dil...
Metro24 Agustus 2026 17:29
Jufri Rahman Soroti Tantangan AI, Minta ASN Tetap Pegang Etika dan Integritas
MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial in...
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...