JPU Sebut NA Gunakan Rekening Masjid Tampung Setoran

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 23 Juli 2021 14:59

Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.
Dengan Tangan terborgol, dan Mengenakan Baju Tahanan Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah Hadir di Gedung KPK Untuk menjalani Pemeriksaan Perdana Setelah di Tetapkan Sebagai Tersangka.

Trotoar.id, Makassar — Sidang perdana Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah membuka fakta-fakta keterlibatan sejumlah pihak dalam memuluskan tindakan suap dan Gratifikasi yang dilakukan Nurdin Abdullah. 

Bahkan dalam sidang terungkap jika Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari berbagai pihak atau kontraktor yang nilainya sekitar  Rp12 miliar lebih 

Hal itu terungkap saat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membacakan dakwaan terdakwa dalam sidang perdana penerima suap dan Gratifikasi di pengadilan Tipikor Makassar, Kamis 22 Juli 2021.

Termasuk Nurdin Abdullah yang disebut  menerima uang sebesar Rp300 Juta dari dari rekening Sulsel peduli yang dialihkan oleh oleh RTGS oleh Muhammad Ardi selaku Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Makassar Panakkukang.

Dalam dakwaan jaksa juga menyebutkan jika Nurdin Abdullah menggunakan rekening pengurus masjid dengan nomor rekening 0102020000099502 bank Sulselbar untuk menyimpang setoran dari beberapa pihak

Baca Juga  Ember dan Baskom Warna Warni Hiasi Ruang Utama Rujab Gubernur Sulsel

“Sejak Desember hingga februari, terdakwa menggunakan rekening pengurus masjid Pucak Raya untuk menyimpan setoran dari beberapa pihak, “kata Jaksa KPK M Asri IrwanM Asri Irwan

Dalam sidang tersebut, Jaksa memaparkan sejumlah pihak yang pernah mentransfer uang gratifikasi ke rekening tersebut. Pertama, Direktur PT Putra Jaya Petrus Yalim mentransfer Rp 100 juta pada 1 Desember 2020. Kedua, Pemilik PT Tri Star Mandiri dan PT Tiga Bintang Griya Sarana, Thiawudy Wikarso sebesar Rp 100 juta.

Dan yang ketiga, Sekretaris Direktur Utama Bank Sulselbar Riski Anreani yang uangnya berasal dari ajudan Nurdin, Syamsul Bahri sebesar Rp 100 juta pada 3 Desember 2020. Keempat, dari Direksi PT Bank Sulselbar yang uangnya berasal dari dana CSR bank tersebut sebesar Rp 400 juta pada 8 Desember 2020.

Baca Juga  <h1>Three Ways To Measure Engagement With Google Analytics</h1>

Tidak disitu saja, sejumlah pihak swasta yang juga sebagai kontraktor dalam berita acara pemeriksaan, Nurdin Abdullah disebut menerima uang dari Robert Wijoyo Kontraktor PT Rangking Raya dan CV Michelle sebesar Rp 1 Miliar uang dilakukan sekitar pertengahan tahun 2020 melalui mantan ajudannya Syamsul Bahri yang diterima di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar;

Setelah itu, Nurdin pada tanggal 18 Desember 2020 kembali menerima uang senilai Rp 1 miliar dari kontraktor atau pemilik perusahaan PT Mega Bintang Utama dan PT Bumi Ambalat Nuwardi Bin Pakki alias H. Momo melalui Sari Pudjiastuti selaku Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulawesi Selatan yang diterima di Syahira Homestay samping RS. Awal Bros Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar. 

Baca Juga  Pemprov Akan Jadikan Wilayah Lejja Kebun Buah Percontohan

Setelah itu pada awal 2021 Nurdin Abdullah kembali menerima uang sebesar SGD 200 ribu dari Nuwardi alias Momo melalui Syamsul Bahri di rumah Syamsul Bahri di Jl. Faisal No. A.7 Banta-Bantaeng Kota Makassar. 

Setelah itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode tersebut kembali disebut menerima uang sebesar Rp2.2 miliar pada February 2021 sebesar Rp2,2 miliar dari Fery Tanriady (Kontraktor/Komisaris Utama PT Karya Pare Sejahtera) melalui Syamsul Bahri yang diterima di Rumah Fery Tanriady di Jl. Boulevard 1 No.9 Kota Makassar. 

Setelah itu, Nurdin Abdullah kembali menerima uang sebesar Rp 1 Miliar pada Februari yang diserahkan Haeruddin (Kontraktor/Pemilik PT Lompulle) melalui Syamsul Bahri yang diterima di rumah Haeruddin di Perumahan The Mutiara Jl. A.P Pettarani Kota Makassar.

Penulis : Ady

 Komentar

Berita Terbaru
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemuka. DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (...
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...
Metro21 Oktober 2026 18:12
Dengar Aspirasi Warga Tamalanrea, Appi Tegaskan PSEL Makassar Tak Boleh Dipaksakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota...
Metro21 Oktober 2026 17:16
Tampil di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Inovasi PAUD Holistik-Integratif Makassar
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa inovasi pembangunan anak usia dini Kota Makassar ke panggung Asia-Pasifik. Di f...