BEM UI Bersama 109 Kelompok Masyarakat Sipil Mengutuk Moeldoko Gegara Somasi ICW, Diduga Akibat Obat Ivermectin

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 30 Juli 2021 19:17

KSP, Moeldoko. (Ist)
KSP, Moeldoko. (Ist)

TROTOAR.ID, JAKARTA – Ratusan elemen masyarakat sipil bergabung mengutuk langkah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, karena telah melakukan somasi kepada Indonesia Corruption Watch (ICW).

Somasi tersebut dilayangkan Moeldoko melalui kuasa hukumnya Otto Hasibuan. Persoalan ini diduga akibat dari temuan hasil penelitian ICW terkait adanya dugaan keterlibatan KSP itu dalam praktek bisnis obat Ivermectin.

“Somasi tersebut berisi niat Moeldoko untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan ICW ke pihak berwajib. Tentu langkah ini amat disayangkan, sebab, semakin memperlihatkan resistensi seorang pejabat publik dalam menerima kritik,” kata Direktur Eksekutif ICJR, Erasmus Napitupulu dalam keterangan tertulis, Jumat 30 Juli 2021.

Baca Juga  Muhammad Fauzi Legislator Senayan Temui Tokoh Masyarakat Lintas Daerah di Sidrap

Menurut Erasmus, ICW sedang menjalankan tugasnya dalam fungsi pengawasan terhadap jalannya proses pemerintahan. Hal yang sangat lazim, kata dia, apabila ini dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil sebagai bentuk partisipasi untuk memastikan adanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Apalagi menurut dia, ICW telah menuangkan pendapatnya dalam sebuah penelitian yang didasarkan atas kajian ilmiah dengan didukung data dan fakta. “Sehingga, tidak salah jika dikatakan bahwa langkah Moeldoko, baik somasi maupun niat untuk memproses hukum lanjutan, merupakan tindakan yang kurang tepat dan berlebihan,” tuturnya.

Baca Juga  Bertemu JK di Bali, Sekjen Liga Muslim Dunia Apresiasi Indoensia

Berangkat dari hal itu, kata dia, semestinya pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan dalam proses penanganan Covid-19 ini.

“Namun, alih-alih dilaksanakan, Moeldoko selaku bagian dari pemerintahan justru menutup celah tersebut dengan mengedepankan langkah hukum ketika merespon kritik dari ICW. Padahal, penelitian ICW masih bertalian dengan konteks terkini, yaitu upaya pencegahan korupsi di sektor farmasi,” tegas Erasmus.

Dari catatan yang diterima ada 110 koalisi masyarakat sipil yang tengah bersolidaritas mengutuk langkah Moeldoko. Dari ratusan kelompok sipil itu, di antaranya ada YLBHI, KontraS, ICJR, PSHK, hingga BEM UI.

Baca Juga  Pengacara Moeldoko Tak Percaya Temuan ICW Ketika Disebut Hasil Riset atau Penelitian

Tuntutan Koalisi Masyarakat Sipil

1. Moeldoko untuk menghormati proses demokrasi yaitu kritik dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ICW dan lebih berfokus pada klarifikasi pada temuan-temuan dari penelitian tersebut;

2. Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan mencabut somasi dan mengurungkan niat untuk melanjutkan proses hukum terhadap ICW;

3. Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum agar tetap pada komitmen untuk menjaga demokrasi di Indonesia dengan mengimplementasikan hukum dan kebijakan yang sudah dibuat untuk kepentingan masyarakat dan bukan untuk pemberangusan;

(Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik06 November 2026 22:26
Ribuan Massa Padati Harlah ke-15 NasDem di Sidrap, 212 Kader Penggerak Resmi Dilantik
SIDRAP, TROTOAR.ID — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Partai NasDem di Sulawesi Selatan menjadi momentum konsolidasi kekuatan politik partai hin...
Metro06 November 2026 21:02
IPM Sulsel 2026 Tembus 76,66, Bone Catat Pertumbuhan Tertinggi
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pemban...
Politik06 November 2026 16:39
IAS Minta Pengurus Golkar Sulsel Melek Media dan Digital, Jangan Gagap Zaman
JAKARTA, TROTOAR.ID — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh jajaran pengurus dan kader Golkar di...
Daerah06 November 2026 15:36
Langkah Sidrap Membangun Kesejahteraan Berbuah Anugerah Cita Negeri 2026
JAKARTA, TROTOAR.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas kesehatan, da...