TROTOAR.ID, JAKARTA – Politisi Fadli Zon mengkritik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) karena pengadaan laptop yang dinilai terlalu mahal.
Bayangkan saja, anggaran yang digelontorkan pemerintah capai Rp2,4 triliun hanya untuk pengadaan laptop sebanyak 240.00 unit buatan dalam negeri untuk tahun 2021. Sehingga harga per laptop itu mencapai Rp10 juta berdasarkan hitungan kasar.
Anggaran tersebut diketahui berasal dari dana alokasi khusus atau DAK fisik ke pemerintah daerah yang tak lain adalah wujud dari program digitalisasi sekolah.
Baca Juga :
“Laptop pelajar 10 jt itu kemahalan. Jgn keterlaluan cari untung di tengah kesulitan pandemi covid ini. Sy tanya org langganan beli komputer, taksirannya dg spesifikasi itu paling harganya Rp.4-5 jt, sekitar Rp. 4 jt. Kalau sebelum pandemi harganya 3 jt.,” tulis Fadli Zon di twitternya, Sabtu 30 Juli 2021.
Padahal secara spesifikasi yang ditentukan pemerintah harga seharusnya jauh di bawah Rp 10 juta.
Ketentuan spesifikasi laptop pelajar tertuang di dalam Peraturan Mendikbud Nomor 5 Tahun 2021 tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Reguler Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021.
Berikut rinci spesifikasinya:
Tipe prosesor core: 2, frekuensi: > 1,1 GHz, Cache: 1 M
Memori standar terpasang: 4 GB DDR4
Hard drive: 32 GB
USB port: dilengkapi dengan USB 3.0
Networking: WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n)
Tipe grafis: High Definition (HD) integrated
Audio: integrated
Monitor :11 inch LED
Daya/power: maksimum 50 watt
Operating system: chrome OS
Device management: ready to activated chrome education upgrade (harus diaktivasi setelah penyedia ditetapkan menjadi pemenang)
Masa Garansi: 1 tahun




Komentar