Trotoar.id, Konawe Selatan – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 4 Agustus 2021 di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital”.
Program kali ini menghadirkan 576 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari anggota Japelidi sekaligus dosen Universitas Halu Oleo, Sitti Utami Rezkiawaty; CEO PT Sasmita Cosmedika Indonesia, Sasmita Sugiardi; konsultan keuangan sekaligus co-founder indoagribiz.com, Diana Sumolang; serta Ridhony MH Hutasoit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara.
Baca Juga :
Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Nurul Nur Azizah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Pemateri pertama adalah Sitti Utami Rezkiawaty yang membawakan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”. Sitti mengawali paparannya dengan menjelaskan dampak pandemi, yang mengubah cara orang bekerja dan berbisnis, yaitu melalui digital “Empat penggerak bisnis digital: penjualan melalui toko daring, chatshop, relasi masyarakat, dan socmed engagement,” tutur Sitti.
Berikutnya, Sasmita Sugiardi menyampaikan materi berjudul “Etika Digital: Sosialisasi e-Market bagi Para Pelaku UMKM”.
Ia berbagi tentang kisahnya berbisnis di dunia digital. Ia juga tengah menyiapkan bisnis baru yang akan mewadahi pelaku UMKM, terutama mereka yang selama ini belum melek digital. “Dunia daring sangat penting bagi bisnis. Itu sebabnya kita harus melek teknologi,” pesannya.
Sebagai pemateri ketiga, Diana Sumolang membawakan tema “Digital Culture: Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”.
Ia menyampaikan cara mengubah pola pikir konsumtif menjadi produktif sekaligus tips mengelola pendapatan. “Sisihkan 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk kebutuhan sekunder, dan 20% untuk tabungan dan investasi,” katanya.
Adapun sebagai pemateri terakhir, Ridhony MH Hutasoit, menyampaikan tema “Pilihan Aman Berinvestasi di Era Digital”. Ridhony memaparkan perkembangan inovasi keuangan digital, mulai dari P2P lending hingga SCF (Securities Crowdfunding).
Selanjutnya, dia menjelaskan dinamika investasi di era digital, dan perlindungan data konsumennya. Terakhir, Ridhony membagikan tips aman berinvestasi agar tidak terjerat investasi bodong.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar, Julita, bertanya tentang bagaimana cara memperluas usaha lewat lokapasar dan di luar lokapasar dengan modal terbatas.
Sitti Utami Rezkiawaty mengatakan bahwa bisnis daring memungkinkan untuk menjangkau konsumen seluas-luasnya dengan modal kecil. “Kalau lokapasar dan non-lokapasar itu akan berbeda. Komunikasi dan relasi sangat penting untuk pemasaran digital di media sosial yang organik (bukan berbayar),” terangnya.
Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.




Komentar